Covid-19, Prof Alaidin Koto: Kalau Ada yang Tidak Peduli Jangan Buat Orang Lain Sengsara

  • Whatsapp
Pemimpin Redaksi Haluan Riau, Doni Rahim memandu jalannya Talk Live Haluan Riau 3M. Kegiatan kali ini menghadirkan narasumber Guru Besar Universitas Islam Negera (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau.

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Strategi dan senjata manusia untuk memutus mata rantai penularan virus Covid- 19 adalah dengan menerapkan perilaku disiplin 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Demikian disampaikan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Profesor Alaiddin Koto saat acara Talk Live Haluan Riau yang digelar di Gedung Riau Pers, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Kamis (12/11).

Talk Live Haluan Riau disiarkan secara virtual di fanspage Facebook Haluan Riau dan portal berita riaumandiri.co.
Kegiatan kali ini mengangkat tema ‘Patuh Protokol Kesehatan dalam Pandangan Islam’, dipandu langsung Pemimpin Redaksi Haluan Riau Doni Rahim.

Menurut Alaidin Koto, tema yang diangkat sangat penting sebab virus Covid-19 sudah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap hampir seluruh sektor kehidupan manusia. Bukan hanya terhadap persoalan kesehatan tapi juga ekonomi bahkan merembes ke sektor politik, hukum dan persoalan sosial. Oleh karena itu dia mengajak semua unsur harus bersatu padu menghadapi lawan yang tidak nampak itu.

“Dia ada tapi tidak nampak ini suatu hal yang cukup berat. Maka strategi dan sejata kita untuk menghadapinya adalah dengan menerapkan 3 M,” katanya.

Profesor Alaiddin juga sangat mendukung kebijakan Gubernur Riau yang akan menerapkan sanksi hukum tegas sesuai dengan Undang- undang kesehatan tahun 2018 bagi pelanggar protokol kesehatan.

Karena, menurutnya salah satu aspek yang paling lemah di negara Indonesia adalah masalah penegakan hukum. Banyak sekali aturan yang diterapkan tapi dijalankan dengan tidak tegas.

Dalam satu ayat Alquran, kata Alaidin Koto, disebutkan yang artinya, jagalah dirimu dan keluarga dari jurang kehancuran dan bahaya.
Dalam kaidah usul fiqh, perintah terhadap sesuatu adalah larangan terhadap lawan dari sesuatu itu. Kalau diperintahkan untuk menjaga diri dan keluarga dari bahaya maka, sebaliknya adalah kita dilarang membuat diri dan keluarga jatuh ke dalam hal yang berbahaya.

“Untuk itu secara prinsip bahaya itu harus dicegah dan kita tidak boleh mendatangkan bahaya itu kepada orang lain dan kita juga tidak boleh membiarkan bahaya itu mengenai kita,” tegasnya.

Jadi, oleh sebab itu langkah untuk menerapakan 3 M itu adalah bagian daripada melaksanakan kaidah yang intinya kita tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri kita maupun kepada orang lain.

Sebab persoalannya kita tidak sengaja dan tidak tahu memberikan bahaya ke orang lain. Covid-19 berbeda dari bahaya yang lain, seperti dengan adanya pasien OTG, tanpa disadari dan diketahui sesungguhnya dia bisa membahayakan orang lain. Karena itu penerapan 3 M wajib dilaksanakan oleh siapapun.

Ditambahkannya, ada lima hal yang paling prinsip dalam hukum Islam yang harus dijaga di antaranya, nyawa, keturunan, akal, harta dan agama yang mencakup untuk semua. Jadi menjaga nyawa adalah hal yang paling prinsip, maka tingkatan hukum untuk menaati 3 M adalah wajib. Kalau sudah wajib, diwajibkan orang untuk menaati itu.

“Penguasa wajib menegakkan hukum itu. Maka apa yang disampaikan gubernur tentang Perda itu wajib dijalankan denga maksimal karena bermuara kepada kemaslahatan umat,” jelasnya.

Hukum agama itu tidak akan tegak kalau kekuasaan tidak menegakkannya.

“Mari sama- sama kita menjaga kesehatan, kalau ada yang tidak perduli tapi jangan buat orang lain menjadi sengsara karenanya,” tutup Profesor.

Comments

Pos terkait