Tersangka Dugaan Korupsi BBM di Pelalawan Segera Disidang

  • Whatsapp
Kasi Pidsus Kejari Pelalawan, Andre Antonius melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi belanja BBM, gas dan pelumas pada Dinas PU setempat, ke Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Tak lama lagi, M Yasirwan akan menjalani proses persidangan. Itu setelah berkas perkara pensiunan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jumat (13/11).

M Yasirman merupakan tersangka dugaan korupsi belanja bahan bakar minyak gas dan pelumas pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2015 dan 2016. Dalam kegiatan itu, dia bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

BACA : Mantan Pegawai Dinas PU Pelalawan Dijebloskan ke Penjara, Ini Perjalanan Kasusnya

Pengusutan perkara dilakukan penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan. Pada Jumat (6/11) kemarin, penanganan perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II. Sejak saat itu juga, Yasirwan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

Satu minggu berselang, JPU mampu merampungkan surat dakwaan, dan berkas perkara kemudian dilimpahkan ke pengadilan. Adalah Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pelalawan Andre Antonius, yang melimpahkan berkas perkara itu.

BACA : Korupsi Anggaran BBM, Mantan Pegawai Dinas PU Pelalawan Dijebloskan ke Penjara

“Iya. Sudah kita limpahkan ke pengadilan. Tadi yang menerima, Panmud (Panitera Muda,red) Tipikor (PN Pekanbaru), Ibu Rosdiana Sitorus,” ujar Andre Antonius, Jumat sore.

Dengan telah dilimpahkannya berkas perkara, JPU kata Andre, akan menunggu penetapan majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili mantan pejabat struktural di Dinas PU Pelalawan itu. Majelis hakim tersebut nantinya yang akan menetapkan jadwal sidang perdana.

“Insya Allah, dalam waktu dekat akan diketahui siapa majelis hakimnya. Begitu juga dengan jadwal sidang perdana,” pungkas Jaksa yang pernah bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau itu.

Terpisah, Panmud Tipikor pada PN Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, juga membenarkan hal tersebut. “Saat ini berkas perkara telah berada di meja Ketua (PN Pekanbaru). Selanjutnya akan ada penetapan majelis hakim,” singkat Rosdiana.

Kasus ini bermula dari adanya temuan pengadaan BBM dan pelumas di Dinas PU Pelalawan yang nilainya diduga digelembungkan dan fiktif pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp4 milliar dan 2016 sebesar Rp4,7 milliar. Uang itu bersumber dari APBD Pelalawan.

Dalam kasus itu, ada penggelembungan harga dan penggunaan bukti pertanggungjawaban yang tidak benar. Sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara yang diduga mencapai Rp.1.864.011.663.

Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait