Tak Kenal Lelah Menangani Pasien Covid-19 dan Umum, Nuzely: Kita Bangga dan Apresiasi Perjuangan Mereka

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Delapan bulan sudah wabah Covid-19 melanda seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. Dan dimasa pandemi Covid-19 ini, tenaga medis, mulai dari dokter, perawat, tenaga kebersihan di RSUD, dan pembawa ambulan, serta penggali makam pasien Covid-19, menjadi garda terdepan dalam menangani pasien terkomfirmasi positif Covid-19.

Bahkan setiap harinya tanpa lelah, tenaga medis ini juga berjuang untuk dirinya sendiri dalam melawan ganasnya penyebaran virus ini, yang sewkatu-waktu bisa menyerang diri mereka, bahkan bisa merenggut nyawa mereka. Siapa yang tidak tahu bagaimana perjuangan para dokter dan tenaga medis lainnya, menangani pasien Covid-19, terlebih di awal masa pandemi pada saat itu virus COVID-19 cukup cepat menyebar.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad, dr Nuzely, mengatakan, tidak hanya menyembuhkan pasien, para tenaga medis ini pun harus turut andil meredam kepanikan masyarakat yang anggota keluarganya tertular virus. Berjuang demi kesehatan masyarakat, dan tidak sedikit para dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19, juga akhirnya turut terpapar, selama masa memberikan pelayanan kesehatan.

“Kita berbangga kepada seluruh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Sudah delapan bulan ini, dengan intensitas yang tinggi, dengan profesi masing-masing, tetap menjalankan menangani pasien dengan baik.

Mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik, kita mengapresiasi seluruh sumberdaya manusia yang ada di RSUD. Biasanya orang bekerja, dua minggu kerja, seminggu libur, tetapi mereka tidak tetap bekerja,” ujar Dirut RSUD dr Nuzely.

“Para tenaga medis kita, tetap menjalankan pekerjaan di Rumah Sakit Umum ini. Pekerjaan umum disini tidak bisa dihindari, kalau ada pasien covid tetap bisa ditangani. Berbeda dengan rumah sakit lain yang ada khusus melayani pasien covid. Orang bekerja work frome home, kita work from hospital, untuk itulah kita bangga dengan tenaga medis kita disini dan mengapresiasinya,” tambahnya.

Dikatakan Nuzely, tepat Selasa 10 tengah memperingati hari Pahlawan, berbeda dari biasanya, selain memperingati para pahlawan yang gugur di medan perang, di kondisi pandemi seperti saat ini ada profesi yang juga menjadi sosok pahlawan bagi masyarakat, yakni tenaga medis.

“Jadi tengah-tengah hari pahlawan dan hari kesehatan ini, kalau cerita pahlawan inilah pahlawan yang lagi berjuang melawan covid-19. Ada sebanyak 600 orang tenaga medis, yang turun langsung mengangani pasien covid-19, termasuk menangani pasien umum. Mereka bekerja ekstra dalam melayani masyarakat, baik di umum maupun di saat menangani pasien covid-19,” kata Nuzely.

Menangani pasien Covid-19, dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, tetap disiplin terhadap kesehatan mereka. Agar mereka tidak ikut terpapar, dan masih tetap bisa menangani pasien covid-19, termasuk pasien umum.

“Dan mereka tetap sefti dalam menangan pasien, dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Termasuk memberikan gizi dan kesehatan mereka, supaya mereka tetap segar dalam menangani pasien. Perjuangan paratenaga medis, tenaga kesehatan masih panjang. Selama masa pandemi ini belum berakhir, akan terus berjuang menyelematkan masyarakat yang terdampak covid-19,” ungkapnya.

“Gubernur Riau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas medis yang telah menjadi garda terdepan dalam menangani penyebaran virus corona di Riau ini. Para tenaga medis telah memberikan dedikasi yang sangat tinggi untuk menangani para pasien agar dapat sembuh,” tambahnya.

Terimakasih kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada para dokter, para perawat dan seluruh para medis yang terlibat, telah bekerja keras penuh dedikasi dalam melayani dan merawat para pasien Covid-19, termasuk pasien yang ada di umum.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait