Lima Desa di Kampar Telah Diberikan Uang Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang

  • Whatsapp
Muslimawati Catur menerima Uang Ganti Kerugian (UGK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Pembebasan lahan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang dari 13 Desa yang dilalui tol 7 Desa sudah progress dan masih sisa 6 desa dalam tahap penyelesain.

“Untuk ruas jalan tol Pekanbaru – Bangkinang dari 13 Desa, 7 Desa sudah diajukan surat perintah pembayaran (SPP) ke Menteri Keuangan,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaru – Padang II Jimmy Sianipar melalui stafnya Edi Surya kepada haluanriau.co, Jumat (13/11/2020).

Edi Surya mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembayaran ganti rugi untuk 5 Desa, yaitu Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang, Desa Sungai Tonang, dan Kayu Aro Kecamata Kampar Utara yang sudah dilaksanakan UGK pada 16 Oktober 2020 lalu.

Kemudian kata dia, Desa Sawah dan Desa Naga Beralih, Kecamatan Kampar Utara itu diberikan UGK, pada Rabu (11/11/2020) kemarin bertempat di Aula Kantor Bupati Kampar.

Saat ini kata Edi, sisa 6 desa lagi yang masih dalam tahap penyelesain. Dari 6 desa itu sebut dia 1 desa sudah dilakukan musyawarah dan 2 desa sudah melakukan pengumuman daftar nominatif dan penilain dari tim appraisal, masih ada 3 desa lagi yang dilakukan pengumuman daftar nominatif

Edi mengatakan untuk kendala dalam proses ganti rugi lahan warga yang terdapak pembangunann jalan tol, ia mengaku belum ada kendala, karena kata dia dalam hal itu Bupati Kampar sangat mendukung.

“Alhamdulilah saat ini belum ada kendala, dalam hal ini Bupati Kampar juga sangat mendukung dengan dibuktikan ada tanah bupati kampar yang terkena dan ia menerima harga ganti rugi yang diberikan pemerintah itu salah satu bukti Bupati kita sangat mendukung,” kata Edi.

Lanjut dia, pemerintah desa setempat dan masyarakat juga mensuport karena menurut dia dari jumlah warga yang ikut dalam musyawarah yang telah dilakukan oleh pihaknya rata – rata semua setuju dengan harga ganti rugi yang telah diberikan pemerintah.

“Untuk masalah harga ganti rugi yang diberikan kepada masyarakat juga belum ada, walaupun ada masih bisa kita lakukan pendekatan,” ucap Edi menambahkan.

Ia berharap dipertengahan tahun 2021 nanti proses ganti rugi lahan pembangun jalan tol Pekanbaru – Bangkinang tersebut sudah tuntas.

“Harapan kita dipertengahan tahun 2021 tuntas, dengan progres kita sekarang dari 13 desa itu 65% sudah kita ajukan surat perintah pembayarannya ke Mentri Keuangn,” tutur dia.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait