KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Wako Dumai

  • Whatsapp
KPK jadwalkan ulang pemeriksaan Walikota Dumai Zulkifli AS terkait kasus Dugaan Korupsi dan Suap Pengurusan DAK Kota Dumai

HALUANRIAU.CO – PEKANBARU – Zulkifli Adnan Singkah urung diperiksa pada Selasa (11/11) kemarin. Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Wali Kota Dumai itu.

Pada 3 Mei 2019, KPK telah menetapkan Zulkifli AS sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi. Pada perkara ini, dia diduga memberi uang total sebesar Rp550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai.

Yaya Purnomo merupakan mantan Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli AS diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan dia selaku Wako Dumai, dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja.

Pada perkara pertama, Zulkifli disangkakan melanggar pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli disangkakan melanggar pasal 12 B atau Pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam proses penyidikan, Zulkifli AS diketahui telah diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka. Tidak sampai di situ, KPK kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Zulkifli AS untuk diperiksa pada Selasa kemarin.

“Hari Selasa kemarin, KPK memanggil tersangka ZAS (Zul AS, red), Wali Kota Dumai periode tahun 2016 – 2021,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri, melalui pesan singkat aplikasi perpesanan WhatsApp, Rabu (11/11).

Namun begitu, Zulkifli AS tidak memenuhi memenuhi panggilan penyidik. Yang bersangkutan telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada penyidik untuk dilakukan penjadwalan ulang, karena ada kegiatan dinas yang tidak bisa ditinggalkan.

“Akan diagendakan kembali pada hari Selasa tanggal 17 November 2020,” sebut pegawai KPK berlatar belakang Jaksa itu.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penahanan terhadap dua orang kepala daerah di Indonesia. Apakah salah satunya Zulkifli AS, Ali Fikri memberikan penjelasannya.

“Nanti tunggu perkembangannya. Pasti akan kami informasikan,” tandas Ali Fikri.

Sebelumnya, KPK pernah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Dumai. Adapun lokasi tersebut, di antaranya Kantor Dinas Kesehatan Kota Dumai, Kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Dumai, dan rumah dinas Wako Dumai.

Tidak hanya itu, KPK juga pernah melakukan penggeledahan di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai. Sementara dua lokasi lagi adalah kediaman pihak swasta, yaitu di rumah pengusaha di Jalan Hasanuddin Kota Dumai, dan rumah pengusaha di Jalan Diponegoro Kota Dumai.

Dari tempat-tempat tersebut, sejumlah dokumen yang disita. Disinyalir, dokumen itu terkait dengan perkara yang tengah diusut tersebut.

Kendati begitu, berkas perkara Zulkifli AS tak kunjung lengkap. Hal itu ditandai dengan adanya pemeriksaan saksi-saksi pada awal November 2020 kemarin. Adapun para saksi itu, tiga di antaranya adalah pihak swasta. Mereka adalah Kamari Adi Winoto selaku CEO Aulia Wijaya Mebel, M Yusuf Sikumbang, dan Mashudi.

Dua lainnya adalah Anggi Sukma Buana dan Muhammad Saddam. Keduanya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota (Pemko) Dumai. Pemeriksaan saksi dilakukan di Mapolda Riau Jalan Jenderal Sudirman Nomor 235 Pekanbaru.

Penulis: Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait