Jurus Jitu Kapolda Riau Tetap Produktif di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi membagikan tips dan kiat yang dilakukan untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 yang kekinian masih melanda Tanah Air, tidak terkecuali Bumi Lancang Kuning.

Berbagi cerita di talk show yang ditaja Harian Umum Haluan Riau bekerja sama dengan Kominfo secara virtual melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung oleh riaumandiri.co, Kapolda Riau menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap Covid-19 itu sendiri. Tidak hanya untuk mencegah agar tidak tertular, Agung juga bercerita bagaimana seharusnya sikap seseorang jika merasa dirinya sudah tertular.

“Dengan memahami covid itu sendiri, membuat pilihan-pilihan tindakan kita menjadi lebih baik untuk bisa terhindar dari covid. Pada awalnya kita harus belajar cepat dengan banyak membaca referensi terkait covid itu sendiri yang membuat kita lebih paham bagaimana menghadapinya,” ujar Agung membuka pembicaraan di talk show ‘Jurus Jitu Tokoh – Sehat & Produktif di Tengah Pandemi’, Selasa (10/11/2020).

Agung menjelaskan, langkah utama untuk menghindari covid adalah dengan memakai masker saat beraktivitas di luar umah. Pengunaan masker menurut Agung, tidak hanya kepada orang sehat, namun juga kepada mereka yang sedang sakit, terlebih mereka yang sudah positif Covid-19. Dalam hal ini, Agung juga menekankan pentingnya penerapan disiplin protokol kesehatan terhadap masing-masing individu saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selanjutnya, kata Agung, agar terhindar dari Covid-19 yakni dengan memahami bahwa virus Covid-19 itu ada. Bahkan kata Agung, virus Covid-19 itu dapat ditunjukkan secara visual melalui foto dengan beberapa kali pembesaran. Lebih dari itu, ancaman virus ini juga sudah banyak terlihat di tengah masyarakat terhadap mereka yang sudah dinyatakan positif.

Agung juga menjelaskan bagaiman virus Covid-19 dapat mengelabui sistem kekebalan tubuh manusia, yang jika tidak cepat ditangani dapat mengakibatkan badai sitokin. Badai sitokin atau cytokine storm merupakan reaksi berlebih sistem kekebalan tubuh atau imun. Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel.

Ketika virus Covid-19 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. Sitokin tersebut lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan. Singkatnya, bagian paru-paru yang terinfeksi virus diserang oleh sistem imun secara berlebihan dan menimbulkan proses peradangan masif pada jaringan paru-paru. Inilah yang mengakibatkan paru-paru pasien Covid-19 dipenuhi cairan berlendir.

Pada kesempatan itu, Agung juga menceritakan bagaimana dia harus kehilangan seorang sahabatnya setelah dinyatakan positif Covid-19. Kendati setelah dua pekan mendapat perawatan dan sudah dinyatakan negatif covid-19, namun kerusakan organ vital seperti jantung, imbas virus dari Wuhan itu, membuat Agung harus kehilangan sahabatnya tersebut.

Belajar dari pengalaman sahabatnya itu, membuat Agung semakin terdorong untuk mengetahui lebih banyak tentang penanganan dan pencegahan virus ini. Terlebih Agung juga mempunyai tanggung jawab sebagai unsur yang tergabung dalam Satgas Covid-19, kepada masyarakat untuk mencegah dan menahan laju penularan virus tersebut.

Dengan memahami, dan meyakini bahwa virus Covid-19 ada, kemudian masing-masing individu mengambil langkah tepat dan mematuhi protokol kesehatan, Agung berkeyakinan bahwa masyarakat dapat terus produktif meski beraktivitas di tengah badai pandemi Covid-19.

 

 

Sumber: riaumandiri.co/Nandra F Piliang

Comments

Pos terkait