Presiden Sudah Rasakan Sulitnya Mengurus Surat Tanah

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Presiden Joko Widodo, mengingatkan kepada pemerintah di daerah, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk tidak mempersulit pengurusan sertifikat tanah milik masyarakat. Karena ia sendiri telah merasakan bagaimana sulitnya mengurus surat tanah di pemerintahan, saat mengurus dipersulit, bahkan bertahun-tahun.

Penegasan tersebut, disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, saat menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Indonesia, melalui virtual, Senin (9/11), termasuk bagi masyarakat Riau, diserahkan secara simbolis melalui virtual, di Gedung daerah, Gubernuran Riau, yang dihadiri Gubernur Riau, Syamsuar dan kepala BPN Riau, M Syahrir.

“Ngurus surat sertifikat tanah itu, susahnya minta ampun, sulitanya minta ampun, tapi nggak usah ngomong sama saya, karana saya sendiri mengalami. Jadi tak usah diceritainpun saya mengalami sendiri. Oleh sebab itu saya perintahkan kepada mentri BPN, kalau untuk mengurus bagaimana bisa cepat selasai, agar dimudahkan jangan bertahun-tahun,” tegas Presiden, saat memberikan arahan di Istana negara, secara virtual.

“Ngurus sertifikat bertahun-tahun, bapak ibu mengalami tidak, Saya mengalami, sekali lagi saya ingatkan bahwa sertifikat itu merupakan hak yang menjamin kepastian hukum kepemilikan tanah yang kita miliki. Misalnya penting mencegah konflik pertanahan baik antara individu dengan individu, individu dengan perusahaan dan pemerintah, untuk menghindari itu. Karena sangat penting sebagai bukti kepastian hukum,” tegas Presiden lagi.

Pada kesempatan tersebut, Presiden, menyampaikan pesan kepada masyarakat yang sudah memiliki sertifikat hak milik, untuk menyimpannya dengan baik. Jika perlu di foto kopi dan yang asli disimpan. Sertifikat yang dimiliki bisa digunakan untuk meminjam modal untuk membuat usaha, dengan mengagunkannya ke bank, dengan tetap memperhatikan kesanggupan, dan tidak bermewah.

“Saya ingin pesan simpan baik-baik sertifikat ini, jangan sampai rusak atau hilang, nanti sampai dirumah foto kopi, simpan ditempat yang berbeda. Kalau aslinya hilang masih ada foto kopinya lebih mudah mengurusnya. Kalau foto kopinya hilang masih ada aslinya foto kopi lagi,” katanya.

“Jadi kalau sudah punya sertifikat, bisa tambah modal untuk usaha bisa dijadikan jaminan di perbankan, tapi gunakan untuk yang produktif untuk modal kerja, jangan sampai untuk beli mobil, untuk beli motor, HP, jangan untuk yang megah-megah itu namanya konsuntif,” pesan Jokowi.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait