PN Pelalawan Gelar Sidang Perdana TP Pilkada

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PANGKALAN KERINCI – Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan yang bersidang di Pangkalan Kerinci menggelar sidang perdana perkara tindak pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan Tahun 2020 di Ruang Sidang Utama PN Pelalawan, Senin (9/11).

Sidang kali ini, menjerat 3 wanita, 2 diataranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas Sosial yakni Srinoralita (45) merupakan Warga Pangkalan Kuras dan Meksi (45) Warga Pekanbaru. Sedangkan Susi Yanti (39) Warga KM 5 Pangkalan Kerinci, pekerjaan Wiraswasta adalah Ketua Pokja PKH.

“Ketiga nya dijerat dengan pidana pilkada. Ada dua berkas, satu berkas atas nama Susi Yanti yang diduga melangar pasal 187A Jo Pasal 73 ayat (4) huruf C UURI Nomor 6 tahun 2020 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Jo 55 KUHPidana. Dan satu berkas lagi yakni atas nama Srinoralita dan Meksi Syafrida, diduga melangar Pasal 188 Jo Pasal 71 ayat (1) UURI Nomor 6 tahun 2020 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Jo 55 KUHPidana,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ray Leonard SH, di Pangkalan Kerinci, Senin (9/11).

Dijelaskannya lagi, sidang kali ini adalah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait dengan TP Pilkada.

“Jadi hanya pembacaan dakwaan saja, esok hari akan dilanjutkan dengan eksepsi dari terdakwa,” terangnya.

Hingga saat ini persidangan masih berlangsung dengan mendengarkan dakwaan JPU. Terlihat para terdakwa duduk dengan sopan dan tekun mendengarkan isi dakawaan yang dibacakan.

Untuk diketahui kasus ini bermula dengan adanya video viral beras Program Keluarga Harapan (PKH) yang dibagikan kepada masyarakat penerima bersamaan dengan paket sembako yang berlambang nama seorang Calon Bupati (Cabup).

Pembagian tersebut langsung dilakukan Susi Yanti selaku Ketua Pokja PKH di Jalan Koridor KM 5, Pangkalan Kerinci.

Mendapat laporan adanya dugaan penyalahgunaan beras PKH, PLT Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pelalawan Dra Srinoralita dan Kepala Seksi (Kasie) Meksi Syafrida mendatangi rumah Susi Yanti dan merekam pengakuannya.

Rekaman video tersebut beredar luas di Media Sosial (Medsos) dan kemudian ditindaklanjuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan dengan menggelar Sentra Gakhum (SG) 1 yang akhirnya menetapkan ketiganya sebagai tersangka Tindak Pidana Pilkada.

 

 

Reporter: Anton

Comments

Pos terkait