1.300 Personil Ikut Apel Kesiapsiagaan Bencana

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Sebanyak 1.300 personil dipersiapkan dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2020 di halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (9/11).

Personil itu merupakan gabungan dari instansi dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Pemerintah Kota/Daerah, Polri dan TNI serta beberapa relawan yang dikirim oleh beberapa perusahaan.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyebut bahwa personil yang dilibatkan tersebut untuk mengatasi penanggulangan bencana tahun 2020 di Provinsi Riau.

“1.300 personil kita siapkan untuk menghadapi ancaman bencana, ini adalah kolaborasi semuanya, dari pemerintah provinsi, kabupaten, TNI Polri termasuk masyarakat serta beberapa perusahaan-perusahaan yang menyiapkan untuk menghadapi bencana ini,” kata Agung.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 1 dari Januari hingga 6 November 2020, tercatat sebanyak 2.466 kejadian bencana.

Kejadian bencana tersebut terdiri dari gempa bumi, erupsi gunung api, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kekeringan, banjir, tanah longsor, puting beliung, gombang pasang dan abrasi serta bencana non alam pandemi Covid-19.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa Riau sudah memasuki musim hujan, dan pada bulan November 2020 puncak musim hujan tersebut. Hal tersebut segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait untuk bersiaga dan waspada terhadap ancaman bencana banjir yang terjadi.

“Untuk di Riau bencana yang sering terjadi yaitu Karhutla, banjir, longsor, puting beliung, gelombang pasang serta abrasi. Alhamdulillah tahun 2020 kita sudah melewati musim kemarau yang berpotensi terjadinya Karhutla,” Kata Gubernur Riau Syamsuar.

Penanggulangan bencana tahun ini, sebut Syamsuar, harus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19, upaya mencegah bencana juga disiapkan dengan matang oleh pihak terkait. Hal ini bertujuan untuk menekan penularan Covid-19 di lokasi bencana dan pengungsian.

Petugas relawan harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan melaksanakan 4M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta petugas harus mengingatkan korban bencana dan pengungsi untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Bencana darurat harus disiapkan dengan matang dan disesuaikan dengan pandemi Covid-19, untuk mengurangi kerugian bahkan korban jiwa pada sektor terdampak, termasuk memastikan lokasi pengungsian yang akan digunakan dapat mencegah penularan Covid-19,” imbuhnya.

Comments

Pos terkait