Berhadiah Umrah Tingkat Nasional, Fraksi PKS DPRD Riau Kembali Adakan Lomba Kitab Kuning

  • Whatsapp
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau, Markarius Anwar.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Bersempena memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2020, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Riau kembali menggelar Lomba Baca Kitab Kuning. Lomba ini berkerja sama dengan F-PKS PKS DPR RI.

Para peserta akan menjalani babak penyisihan di tingkat kabupaten/kota se-Riau, yang dilaksanakan oleh F-PKS DPRD kabupaten/kota. Tiga peserta terbaik akan menjalani lomba tingkat wilayah atau habak semi final yang dilaksanakan oleh F-PKS DPRD Provinsi Riau. Juara I tingkat wilayah akan menjadi utusan Riau untuk mengikuti babak final di tingkat nasional.

Pendaftaran paling lambat dibuka sampai 21 November 2020. Pelaksanaan lomba di tingkat kabupaten/kota berkisaran antara tanggal 15 hingga 21 Novomber 2020. Untuk info pendaftaran lebih lanjut dapat menghubungi pengurus DPD PKS di daerahnya masing-masing.

Sementara untuk semi final, pelaksanaan lomba di tingkat Provinsi Riau, akan gelar pada tanggal 29 November 2020.

Ketua F-PKS DPRD Provinsi Riau Markarius Anwar menyampaikan, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya kepada santri yang ada di Riau untuk mengikuti Lomba Baca Kitab Kuning.

“Membaca kitab kuning adalah tradisi yang dijalani secara turun-temurun di pondok pesantren. Karena itu, tradisi ini harus dijaga, salah satunya dengan menggelar lomba baca kitab kuning secara rutin,” ujar Markarius, Sabtu (7/11).

Kemudian diungkapkannya, untuk tingkat Provinsi Riau, pihaknya menyediakan hadiah dengan total Rp18,5 juta untuk juara I, II, III dan juara harapan I, II, III. Sementara total hadiah di tingkat nasional mencapai Rp75 jura plus umrah untuk juara I. Semua peserta yang ikut diberikan piagam penghargaan.

Adapun kitab yang dilombakan adalah Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibary.

Pria yang akrab disapa Eka itu menyatakan, lomba baca kitab kuning tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu setiap peserta mengikutinya secara tatap muka, namun kali ini mengikuti lomba secara virtual.

Adapun syarat mengikuti lomba, yaitu, warga negara Indonesia, puta/putri yang tercatat sebagai santri pesantren, usia 17-25 tahun, pendidikan minimal madrasah aliyah atau sederajat, mendapatkan rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren,

Selain itu, belum pernah menjadi juara 1-3 lomba baca kitab kuning F-PKS tingkat nasional (2016-2018), menyiapkan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPD PKS kabupaten/kota dimana peserta berdomisili, dan setiap peserta wajib memiliki minimal handphone android sebagai sarana untuk daring/online.(rls)

Penulis : Edhar Darlis
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait