Gubri dan Pj Bupati Bengkalis Panen Udang Vanname di Rupat Utara, Target PAD Hingga Rp1,5 M

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Setelah 12 tahun, pengelolaan Udang Vanname, yang ada di Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis tidak menghasilkan, mulai tahun ini 2020 tanbak udang yang langsung dikelola oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, mulai menghasilkan pendapatan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebesar Rp500 juta.

Gubernur Riau, Syamsuar, bersama Pj Bupati Bengkalis langsung memanen udang Vanname, di tambak udang Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara. Udang yang telah membuabkan hasil bagi pendapatan daerah, akan terus dikembangkan dengan memperluas area tambak, termasuk budidaya ikan lainnya.

“Alhamdulillah kita melihat tambak udang yang disiapkan oleh dinas perikanan dan Kelautan. Dan kami senang bahwa teman-teman yang disini sudah membuahkan hasil, baik dalam rangka penyiapan benih termasuk membudidayakan udang Vanname. Artinya dulu yang tidak ada apa-apanya sekarang jadi ada, sudah 12 tahun, sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Gubri, Jumat (6/11).

Termasuk disini juga ada ikan Kakap dan juga ikan Nila. Ikan nila yang biasa hidup di air tawar tapi bisa dibuat hidup antara digabung air tawar dan air asin.

Artinya sudah menghasilkan dan upaya-upaya selama ini bahkan mendapatkan anggaran PAD Rp500 juta lebih,” ujar Gubri lagi.

Dijelaskan Gubri, dengan adanya contoh dari pemerintah Provinsi ini, melalui Dinas Perikanan dan Kelautan bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang ada di pulau Rupat ini. Apalagi pulau Rupat ini sudah mulai dikunjungi oleh wisatawan, dan akan semakin ramai dikunjungi. Jika ada masyarakat yang ingin bekerjasama bisa langsung berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, termasuk dari pihak swasta yang beminat untuk berinvestasi.

“Tentunya dengan dengan tambak yang seperti ini ditargetkan pendapatan bisa mencapai Rp1,5 Miliar, dan lebih besar lagi dari ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat di Rupat. Tadi juga disampaikan ada kepala Desa mengajak kerjasama termasuk juga dari swasta yang ingin bekerjasama dengan balai benih,” katanya.

“Ini juga bagian dari edukasi masyarakat tempat pembelajaran dan bisa memberikan informasi budaya ukan vaname, ikan dan sebagainya. Termasuk nantinya adanya kerjasam dengan pihak swasta dan menjadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga nanti punya potensi,” ungkap Gubri.

Sementara itu, Kadis Perikanan dan Kelautan, Herman, mengatakan, luas lahan yang ada di area tambak ini 12 Ha. Namun yang telah digunakan untuk pembenihan dan tambah udang serta ikan seluas 3 Ha. Sedangkan lahan yang lain akan di gunakan untuk wisata bakau.

“Sekarang 3 Ha, dan akan ditambah lagi 3 Ha, kita punya 12 Ha tapi tidak semuanya. Ada hutan bakau yang akan menjadi tempat wisata, kemudian kita juga akan membudidayakan Kepiting, dan mungkin nanti ada restoran kita punya tanah,” kata Herman.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait