Warga Binaan Positif Covid-19 di Lapas Pekanbaru Mencapai 357, Ibnu: Penanganan Sesuai Prosedur Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kasus warga binaan di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pekanbaru, yang termonfirmasi positif Covid-19, kembali mengalami peningkatan sebanyak 150 kasus, total warga binaan terpapar Covid-19 menjadi 357 orang, setelah sebelumnya warga binaan yang terpapar sebanyak 207 orang.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia, Ibnu Chuldun, menbenarkan adanya penambahan kasus positif di Lapas kelas II Pekanbaru, setelah dilakukannya swab masal terhadap seluruh warga binaan, setelah adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lapas.

“Iya benar, ada penambahan 150 warga binaan lagi yang terkonfirmasi Covid-19. Karena memang hasilnya swab-nya secara bertahap. Sebelumnya 207 orang. Kami baru saja mendapatkan arahan konsultasi kepada Gubernur, telah memberikan arahan melaporkan dan terkait penanganan Covid-19 di Lapas Rutan Riau,” jelasnya.

“Saat ini di lapas Pekanbaru awalnya dilakukan swab terhadap 1.500 orang narapidana dan pegawai itu tanggal 26 Oktober. Kemudian tanggal 2 November baru didapatkan sebanyak 207 yang semuanya positif. Maka langkah yang dilakukan sebagaimana standar prosedur dan juga protokol kesehatan,” kata Ibnu Chuldun

Dijelaskan Ibnu, pihaknya telah melakukan pemisahan terhadap pasien yang terkomfirmasi positif dengan pasien yang sehat. Selama masa isolasi seluruh warga binaan yang positif akan diisolasi selama 14 hari sesuai aturan yang berlaku dari Kementrian kesehatan. Sebagaimana yang pernah dilakukan, terhadap warga binaan di lapas Perempuan. Yang hasilnya pasien yang terkomfirmasi positif sudah sehat. Sesuai arahan dari Dirjen, telah dipisahkan kamar huniannya blok huniannya dengan narapidana lain.

“Jadi letaknya jauh sekali, di Lapas Pekanbaru, ditempatkan di blok G, jumlah kamarnya ada 24 kamar dua lantai dengan kapasitas 300. Kesehariannya mereka yang terkomfirmasi positif umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG),” jelasnya. Sesuai arahan terhadap mereka yang mulai masuk blok isolasi tanggal 2 akan dihitung 14 hari kedepan, berarti tanggal 16 November, akan kami baurkan dengan yang sehat,” jelasnya.

“Alhamdulillah pengalaman ini sudah kami dapatkan dari lapas perempuan Pekanbaru, yang awalnya jumlah yang termonfirmasi positif 85 orang, alhamdulillah setelah dilakukan pemisahan blok huniannya dilakukan perawatan, kemudian penerapan disiplin protokol kesehatan, tinggal 10 orang yang masih terkonfirmasi, karena masa isolasinya belum selesai. Artinya bahwa semua itu telah kami laksanakan penanganan di lapas dan rutan sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari Kanwil KumHAM, apa yang telah dijalankan terhadap penanganan pasien yang positif di Lapas Pekanbaru sudah benar. Dan penanganan sesuai prosedur protokol kesehatan, dengan tersedia dokter dan ruangan yang cukup.

“Dari penanganan sudah benar sudah ada tenpat sendiri, dokternya sudah ada, perawatnya sudah ada, termasuk ada minuman, multivitamin dan sebagainya. Dan ini semua adalah tentunya harapan kita agar mereka cepat sembuh. Dan sebenarnya dari OTG ini sudah banyak yang sembuh tapi tadi juga sudah ada yang 14 hari, dan sudah bisa dikatakan sembuh,” kata Gubri.

“Tapi khususnya yang kasus yang berat harus masuk Rumah Sakit, dan ini juga sudah ada petunjuk, terjadap narapidana ini tentunya ada petugas yang juga ikut mengawasi, tapai karena covid tidak bisa secara dekat. Artinya dilakikan sesuai aturan covid,” katanya.

 

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait