Usut Proyek Jalan di Kampar, Jaksa Datangkan Ahli Teknik Transportasi

  • Whatsapp
Ilustrasi korupsi peningkatan jalan.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kejaksaan Tinggi Riau mendatangkan ahli teknik transportasi jalan ke Kabupaten Kampar. Itu dilakukan untuk pengecekan proyek yang saat ini tengah diusut Korps Adhyaksa.

Adapun proyek dimaksud adalah peningkatan jalan Kampung Pinang-Teluk Jering, Kecamatan Tambang, Kampar. Kegiatan itu dikerjakan pada tahun 2019 lalu.

Dikatakan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi, perkara ini telah masuk dalam tahap penyidikan. Dalam tahap ini, Jaksa berupaya mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang perkara tersebut.

Salah satunya, dengan mendatangkan ahli ke lokasi proyek pada Selasa (3/11) kemarin. “Iya, betul. Ahli teknik transportasi jalan didampingi kawan-kawan penyidik,” ujar Hilman, Rabu (4/11).

Ahli itu diketahui berasal dari Politeknik Medan, Sumatra Utara (Sumut). Ahli itu sebelumnya telah pernah diklarifikasi saat perkara masih dalam tahap penyelidikan.

“Kemarin waktu pemeriksaan di penyelidikan, ada indikasi kekurangan volume dan kuantitas. Sekarang ini dipastikan lagi,” sebut Hilman.

“Karena sudah di penyidikan, kita minta dipastikan lagi,” sambung mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) itu.

Hasil pengecekan itu, kata Hilman, dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang nantinya akan menjadi satu kesatuan dengan berkas perkara. “Nanti dituangkan di BAP. Nanti dibuatkan daftar hitungannya, dan ini ke nilai kerugian (keuangan negara),” kata Hilman.

Lanjut Hilman, proses penyidikan perkara ini masih berlanjut untuk beberapa waktu ke depan. Pihaknya telah mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi.

Sejauh ini, para saksi yang telah diperiksa berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar selaku Satuan Kerja (Satker) yang melaksanakan kegiatan tersebut.

“Cuma kalau kasus (dugaan korupsi) fisik ini gak begitu banyak saksi,” tutur dia.

Salah satu saksi yang akan dipanggil adalah pihak PT Bakti Aditama selaku rekanan kegiatan senilai Rp9 miliar itu. “Kalau di penyidikan ini, (PT Bakti Aditama) belum ya. Lagi mau dipanggil ni. Kalau di penyelidikan sudah semua,” imbuh Hilman.

Diketahui, pengusutan perkara ini masih dalam tahap penyidikan umum. Dimana penyidik belum menetapkan tersangka.

“Ini masih dik umum. Artinya, kita belum menetapkan tersangka,” pungkas Aspidsus Kejati Riau, Hilman Azazi.

Dari informasi yang dihimpun, kegiatan ini memiliki nilai pagu dan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp10.019.121.000. Adapun sumber dana adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kampar Tahun Anggaran (TA) 2019.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Bakti Aditama, setelah menyingkirkan 53 perusahaan yang mengikuti lelang kegiatan tersebut. Adapun nilai penawarannya adalah Rp9.805.279.486,20.

Disinyalir, pengerjaan proyek yang sempat mendapat pengawalan dan pengamanan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kampar itu, tidak sesuai dengan spesifikasi.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait