Pengedar Narkoba di Pekanbaru Ini Bayarkan Denda Rp1 M

  • Whatsapp
Bukti tagihan pembuatan PNBP.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Riki Irwanto tidak akan menjalani hukuman 6 bulan penjara terkait denda dalam perkara narkotika yang menjeratnya. Kepastian tersebut diketahui setelah terpidana 7,5 tahun penjara itu membayar denda sebesar Rp1 miliar.

Riki Irwanto ditangkap pihak kepolisian di Jalan Cendrawasih Gang Kakak Tua Nomor 37 B Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru pada 15 Juni 2016 lalu. Bersama dia, turut diamankan seorang pelaku lainnya Kevin Ray Sidik.

Saat diamankan, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih 3 gram. Berdasarkan fakta persidangan, barang haram itu akan diedarkan.

Atas perbuatannya, Riki divonis 7,5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menginginkan dia dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Putusan itu dibacakan majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanabri pada 24 November 2016 lalu. Menurut hakim, Riki dinyatakan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Empat tahun berselang, Riki kemudian membayarkan denda. Pembayaran itu dilakukan pihak keluarga dengan mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Rabu (4/11).

“Tadi pihak keluarga terpidana yang datang,” ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Andi Suharlis, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Robi Harianto, Rabu siang.

Selanjutnya, Jaksa dan pihak keluarga bersama-sama menuju Kantor BRI Unit Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Di sana, pihak keluarga menyetorkan uang pembayaran denda ke kas negara.

“Denda Rp1 miliar yang disetorkan ke kas negara. Selanjutnya ini menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak,” sebut mantan Kasi Intelijen Kejari Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Dengan telah dibayarkan denda itu, Riki dipastikan tidak akan menjalani hukuman tambahan selama 6 bulan penjara. Dia tinggal menyelesaikan pidana pokok yang tersisa sekitar 3,5 tahun lagi.

Robi menyebut, pembayaran denda merupakan salah satu PNBP dari bidang pidum. Selain denda, pemasukan lainnya berasal dari tilang, dan biaya perkara.

“Sepanjang tahun ini kita telah menerima PNBP lebih dari Rp3 miliar, termasuk yang baru disetorkan keluarga terpidana tadi,” imbuh Robi.

“Kita akan terus maksimalkan PNBP ini,” turup Kasi Pidum Kejari Pekanbaru, Robi Harianto.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait