Diduga Terpapar Covid-19, Terpidana Korupsi Meninggal di Lapas Pekanbaru

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU -Syahrizal Hamid dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (29/10) kemarin. Terpidana 8 tahun dalam perkara korupsi pengadaan dan perluasan lahan kompleks perkantoran pemerintahan Bhakti Praja di Kabupaten Pelalawan itu dikabarkan wafat akibat terpapar Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Pekanbaru, Alfonsus Wisnu Ardianto tidak menampik kabar tersebut. Dikatakannya, saat ini ada belasan orang narapidana dinyatakan terkonfirmasi positif virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, China itu.

Menurut dia, hal itu diketahui berdasarkan hasil swab test yang dilakukan belum lama ini. Saat ini, 15 orang telah menjalani isolasi mandiri, dan ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari narapidana yang lainnya.

“Kita lakukan dengan prosedur ketat, dan sesuai dengan protap (prosedur tetap,red) kesehatan,” ujar Alfonsus akhir pekan kemarin.

Selain itu, ada pula dua orang warga binaan yang dirawat di luar lapas. Mereka dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan pemerintah karena memiliki penyakit penyerta. Memastikan hal itu, pihaknya masih menunggu hasil dari rumah sakit dimaksud.

Dari dua orang itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah Syahrizal Hamid, mantan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pelalawan, yang divonis 8 tahun dalam perkara yang menjeratnya.

“Yang satu akhirnya meninggal dunia karena penyakit jantung dan gagal ginjal, kalau tidak salah. Informasi itu yang baru didapat,” sebut dia.

“Napi kasus korupsi dan usia sudah lanjut. Sudah diswab juga di rumah sakit. kami masih menunggu hasilnya. Cuma karena meninggalnya dalam posisi di rumah sakit, penanganannya dilakukan (sesuai standar) pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Memang terkonfirmasi ada positif corona juga, terkonfirmasi,” sambung dia.

Dengan meninggalnya Syahrizal Hamid, 16 orang lagi yang masih terpapar, diberikan penanganan khusus. Pemeriksaan kondisi kesehatan mereka dilakukan berkala, diswab untuk kedua kali, rutin diberikan vitamin, dan asupan makanan untuk menguatkan imun tubuhnya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Ibnu Chuldun, Ibnu Chuldun juga membenarkan kabar meninggalnya Syahrizal Hamid. Dikatakannya, yang bersangkutan sempat meminta izin berobat atas rekomendasi dokter lapas didampingi oleh petugas dan kembali lagi ke lapas.

“Namun pada 26 Oktober 2020 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, almarhum mengalami sesak napas dan dibawa ke RS Awal Bros dan dilakukan opname,” kata Ibnu Chuldun.

Setelah diperiksa dan dironsen, terdapat virus Covid-19 pada paru-paru narapidana tersebut. Kemudian didampingi dr Rosamawati, petugas lapas dan keluarga, pasien dirawat hingga dinyatakan meninggal dunia.

“Almarhum dinyatakan positif Covid-19 oleh RS Awal Bros. Hasil tes swab juga masih berada di sana,” kata Ibnu Chuldun.

Almarhum Syahrizal, kata Chuldun, juga memiiki riwayat penyakit jantung, dan sudah beberapa kali dibawa berobat keluar. Ini terlihat pada buku pengobatan pasien di klinik lapas Pekanbaru.

“Di mana mulai berobat pada 8 November 2016 dan terakhir berobat Jumat pada tanggal 23 September 2020 dan dirujuk ke RS Awal Bros,” imbuh dia.

Diketahui, Syahrizal Hamid dihukum 8 tahun sejak perkara itu diputus pada tahun 2013 lalu. Selain itu, dia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp350 juta subsider 4 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti kerugian keuangan negara Rp3 miliar subsider 5 tahun penjara.

Syahrizal Hamid diketahui satu dari 1.500 lebih warga binaan yang ada di Lapas Pekanbaru. Sementara kapasitas di sana hanya untuk 771 orang. Guna mengawasi seribuan orang narapidana itu, dipersiapkan 109 petugas.

 

 

Penulis: Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait