Warga Kecamatan Bungaraya Keluhkan Jalan Kampung

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, SIAK – Warga Jalan Sekunder 9, Dusun IV, Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya keluhkan kondisi jalan rusak parah akibat seringnya dilintasi Jonder, dimana alat tersebut yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut hasil sawit di musim penghujan maupun musim kering. Dampak dari kerusakan jalan ini, bukan saja menghalangi masyarakat yang akan mengeluarkan hasil kebunnya dengan mengunakan motor maupun mobil, namun juga menghalangi warga yang lain untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Hal ini disampaikan RN, salah seorang warga yang tinggal di sekunder 9. Ia mengaku sangat sengsara ketika musim hujan tiba, ditambah lagi jalan yang hancur seperti sawah yang baru dilintasi Jonder milik HI dan NI yang disewanya itu.

“Kalau pas lagi hujan, jalan ini tak bisa dilewati dengan motor Bang, karena keadaanya kayak disawah yang baru saja dibajak, jangankan pakai motor,jalan kaki saja bisa kepleset jatuh. Saya kemarin saja naik motor sambil membawa galon terjatuh gara-gara jalan hancur akibat Jonder yang baru saja melintas. Ban besar Jonder, bukan saja membuat jalan menjadi padat,malah sebaliknya menjadi gembur,becek,berlobang dan licin,” ungkap RN, salah satu warga yang tinggal di sekunder 9 , Minggu (25/10) kemarin.

Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Kampung Tuah Indrapura Anton, ia mengaku kecewa dengan oknum pengusaha sawit yang sudah melanggar kesepakatan perjanjian untuk tidak memasukan Jonder kejalan sekunder 9, mengingat jalan tersebut rusak parah.

“Kami bersama pengusaha sawit dan ketua Bapekam serta pemerintahan kampung membuat kesepakatan bersama untuk tidak memasukan Jonder ke jalan Sekunder 9,karena banyaknya keluhan masyarakat disana akibat jalan rusak parah. Dan bahkan, permasalahan itu pernah dibawa ke pihak Polsek melalui kanitnya, mereka sepakat juga bahwa disitu Jonder tak boleh masuk lagi,dan pak penghulu juga sudah mendatangi mereka, namun oknum ini masih saja membandel,” ungkapnya dengan rasa kesal.

Anto juga mengaku kecewa, kerena alat Jonder itu seharusnya dipakai untuk membantu petani untuk mengelola dan membajak sawah,namun malah digunakan untuk melangsir sawit dan mengakibatkan jalan hancur.

“Dulu orang itu kalau tidak salah mengunakan Jonder dari Bungaraya,karena ada kesepakatan, mereka berhenti sebentar, habis itu, saya dengar informasi mereka memasukan Jonder lagi yang disewa dari Kampung Buantan Lestari. Kemarin hari Jumat saya juga sudah sampaikan kepada pak Camat, waktu ada acara pemuda tanaman buah Tuah Indrapura, saya minta tolong untuk dibantu masalah ini,kerena masyarakat sudah sengsara akibat jalan yang rusak parah itu,”ungkapnya

“Kami berharap kepada dinas terkait agar dapat mengevaluasi kembali bantuan-bantuan yang berupa untuk mengelola sawah jangan dialih fungsikan lah. Dan saya juga berharap, kita sama-sama menjagalah jalan yang sudah rusak ini jangan dilintasi dengan alat-alat yang lebih canggih yang berdampak merugikan orang banyak,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Dolly Sandro

Comments

Pos terkait