Gubri Cabut Instruksi Orang Masuk Riau Harus di Rapid

  • Whatsapp
Gubernur Riau Syamsuar.

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar, kembali menarik aturan perjalanan bagi orang yang keluar dan masuk Provinsi Riau, untuk menunjukkan hasil rapid tes Covid-19, selama masa libur panjang akhir bulan, 28-31 Oktober 2020. Setelah sebelumnya Gubernur telah mengeluarkan surat instruksi, orang masuk Riau wajib menunjukkan hasil rapid tes.

“Jadi dengan adanya surat keputusan bersama (SKB) mentri jadi kita tidak Rapid tes lagi, karena sekarang untuk jalan darat tidak ada rapid tes. Tapi bagi masyarakat yang masuk dan keluar Riau, wajib mematuhi protokol kesehatan,” ujar Gubri, Syamsuar.

Dijelaskan Gubri, ia meninjau langsung lokasi perbatasan pintu masuk ke Riau yang ada di Kabupaten Kota. Untuk memastikan berjalannya chek poin terhadap orang yang masuk ke Riau. Dan saat ini telah didirikan tenda di setiap perbatasan Riau. Setiap orang yang masuk akan di cek suhu dan dipastikan mematuhi protokol kesehatan.

“Yah kita meninjau perbatasan di Kampar, perbatasan antara Riau dan Sumbar. Karena daerah ini yang banyak masuk, ataupun yang keluar. Untuk memastikan agar petugas yang ada dilapngan mencek kondisi orang yang masuk, mematuhi protokol kesehatan,” kata Gubri.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Riau telah mengeluarkan instruksi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau, pasca libur panjang akhir bulan Oktober 2020, Gubernur Riau Syamsuar mengeluarkan surat instruksi Nomor 311 tahun 2020 tentang Antisipasi Penyebaran Civid-19, pada Libur dan Cuti Bersama akhir Oktober.

Instruksi Gubernur tersebut dalam rangka pengendalian dan pengawasan terhadap orang yang keluar masuk wilayah Provinsi Riau. Intruksi Gubernur Riau tersebut sesuai dengan pedoman dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/5876/SJ tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Selanjutnya, Gubri menginstruksikan setiap orang yang keluar/masuk wilayah Provinsi Riau wajib menunjukkan bukti test Rapid dengan hasil Non Reaktif yang berlaku paling lama 7 hari sejak test dilakukan. Apabila tidak dapat menunjukkan hasil test maka wajib melakukan test Rapid di posko dengan biaya sendiri.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait