Sita 19 Kg dan 10 Ribu Butir Ekstasi, BNNP Riau Gagalkan Penyelundupan Narkotika Jaringan Internasional

  • Whatsapp
Tersangka R (23) mengangkat sabu paket narkotika jenis sabu saat ekoos ungkap kasus. (Akmal)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU -Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil menggagalkan upaya peredaran gelap narkotika jaringan internasional.

Satu orang yang berperan sebagai kurir dibekuk tanpa perlawanan pada Senin (26/10) di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di simpang Manggala Desa Tanjung Putih Kabupaten Rokan Hilir.

Bersama kurir, pihak BNNP Riau juga menyita 19 paket diduga sabu dan narkotika jenis pil ekstasi.

Kepala BNNP Riau Brigjen Kenedy, Selasa (27/10), mengatakan bahwa total barang bukti berupa sabu itu seberat 19 Kg sedangkan narkotika jenis pil ektasi sebanyak 10.000 butir.

“Peredaran ini merupakan jaringan internasional Malaysia-Dumai, yang rencananya diduga sabu seberat 19 Kg dan 10.000 butir ektasi ini akan diedarkan diwilayah pinggiran perbatasan Riau-Sumut,” kata Kenedy.

Diceritakannya, pihaknya mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman narkotika dalam jumlah besar. Atas informasi itu, pihaknya langsung menyelidiki keberadaan barang haram tersebut.

“Informasi kita dapatkan pada 24 Oktober 2020, berdasar itu kita lidik. Tepatnya tengah malam, barang itu masuk yang dijemput oleh pompong dari Dumai,” terangnya.

Keesokan harinya, barang itu sudah sampai di wilayah Dumai dan dibawa ke daerah Rokan Hilir (Rohil).

Pada saat itulah, BNNP Riau melakukan penangkapan terhadap pria inisial R (23) yang tengah membawa narkotika didalam dua buah tas berwarna hitam.

“Tersangka ini, membawa narkotika dari Dumai pakai sepeda motor. Pelaku yang memberikan kepada tersangka ini sedang kita kejar dan identitasnya sudah kita kantongi,” jelasnya lagi.

Usai interogasi terhadap tersangka, ternyata sindikat ini sebelumnya sudah berhasil memasukkan narkotika sebanyak dua kali aksi yang juga dalam jumlah banyak.

“Sudah dua kali berhasil dengan modus yang sama. Tersangka ini yang mengambil ke Dumai,” tambahnya.

Peran tersangka R hanya sebatas menjemput dan mengantarkan narkotika sampai di wilayah Mahato Rokan Hulu.

“Barang sampai di Mahato, barulah tersangka ini mendapat upah sebesar Rp. 15 Juta,” tutupnya.

 

 

Reporter: Akmal

Comments

Pos terkait