Polisi Pukul Mundur Demo Buruh Padasa Enam Utama Kampar, Kadisnakertrans: Pemeriksaan Terhadap Perusahaan Masih Berjalan

  • Whatsapp
Polisi pukul mundur demo Buruh Padasa Enam Utama Kampar yang disinyalir sudah melakukan tindakan anarkis

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Ratusan buruh PT Padasa Enam Utama, Kabupaten Kampar, kembali menggelar aksi demo, di Kantor Gubernur Riau, Kamis (22/10) menuntut hak mereka yang belum terealisasi oleh pihak Perusahan. Dari aksi demo ini sempat terjadi aksi dorong mendorong antara pendemo dan aparat Satapol PP, dan kepolisian. Akibatnya pagar pintu masuk Kantor Gubernur Riau rusak, aparat kepolisian pun memukul mundur pendemo.

Dari aksi dorong mendorong ini, beberapa buruh mengalami luka akibat terkena benturan dengan aparat Satpol PP dan Kepolisian. Begitu juga dengan Satpol PP, juga mengalami lebam juga akibat berbenturan dengan masa buruh. Buruh yang terluka langsung diobati oleh petugas media dari Polda, yang siaga di lokasi demo. Aparat kepolisian pun meminta agar buruh kembali ke Kampar dan tidak mendirikan tenda menginap di Pekanbaru.

Aksi dorong mendorong antara pendemo dan aparat keamanan berakhir, setelah aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kombes Pol, Mukmin Wijaya, meminta pendemo untuk tidak anarkis agar tidak terjadi bentrok. Selanjutnya pendemo mundur, dan kembali tenang serta tidak melakukan hal-hal yang dapat memancing bentrok, antara buruh dan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, pihaknya terpaksa memukul paksa masa agar mundur karena telah bertindak anarkis. Dan pihaknya telah mengingatkan agar tidak bertindak anarkis. Masa aksi ini juga menyatakan akan menginap dengan mendirikan tenda di depan kantor Gubernur Riau.

”Bentuk tindakan anarkisnya, karena sudah tiga kali diingatkan. Mereka juga mendorong petugas, mendorong pagar hingga rusak. Demi ketentraman umum, tidak boleh mendirikan tenda. Karena jalan fasilitas umum. Kemudian, aksi mereka juga sudah bertindak anarkis,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau, melalui Kadisnaketrans Riau, Jonli, meminta agar buruh PT Padasa Enam Utama, tidak melakukan aksi mogok kerja dan demo. Pasalnya semua tuntutan buruh sudah penuhi dan ditindaklanjuti.

“Tidak ada alasan buruh melakukan aksi. Karena sebelumnya mereka minta kami mengirim surat ke perusahaan sudah kami penuhi. Jadi kami mengimbau buruh untuk sabar, karena ada aturan yang sudah ditetapkan sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau, Jonli menanggapi aksi buruh Padasa Enam Utama di Kantor Gubernur Riau.

Jonli menjelaskan, pihaknya sudah menerbitkan nota pemeriksaan ke perusahaan, dan salinannya kita tebuskan ke federasi buruh. Dalam nota pemeriksaan itu, sebut Jonli, pihaknya memberi waktu kepada perusahaan 14 hari. Jika dalam waktu itu perusahaan menolak nota tuntutan buruh, maka pihaknya akan sampaikan nota kedua.

“Artinya apa yang dan fungsi kami sebagai pengawas sudah dijalankan sesuai tuntutan buruh. Dan nota kedua belum dibuat karena belum sampai 14 hari. Jika nota kedua tak ditindaklanjuti perusahaan, maka kita lihat apakah ini pelanggaran administrasi atau pidana. Kan ini belum sampai ke sana. Jadi panjang jalurnya,” tegas Jonli.

Lebih jauh dikatakan Jonli, melihat ada perselisihan antara perusahaan dan buruh yang bukan ranah Disnakertrans Riau. Misalnya usia pensiun, APD, dan perumahan. Itu masuk dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) perusahaan. Ada perselisihan, dan ada Pemkab Kampar. Berdasarkan hasil koordinasi Disnakertrans Riau, dengan Disnaker Kampar, mereka sudah mengeluarkan anjuran ke perusahaan sesuai tuntutan buruh. Isi anjuran itu seandainya kalau kedua belah pihak menerima, maka persoalan selesai.

‚ÄúNamun jika salah satu pihak menolak, maka bisa ditempuh ke Pengadilan Hubungan Industri (PHI). Kalau kalah bisa banding. Namun sejauh ini makanisme yang menjadi kewenangan Disnakertrans Riau sudah kita lalui. Karena apa yang menjadi tuntutan buruh sudah kita jalankan,” katanya.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait