Pemko Pekanbaru Belum Maksimal Pindahkan Pasien ke Lokasi Karantina

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir.

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau, kembali mengingatkan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, dan Kabupaten Kota lainnya untuk sesegara mungkin memindahkan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) positif, yang masih mengisolasi diri dirumah. Apalagi saat ini sudah ada perintah Presiden agar pasien positif Covid-19, tidak diperbolehkan lagi isolasi mandiri dirumah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, apa yng telah diperintahkan oleh Presiden dari Gugus Tugas Covid-19 tersebut telah dijalankan di Provinsi Riau, sesuai dengan arahan dari Gubernur Riau. Bahkan Gubernur juga telah memerintahkan kepada Pemko Pekanbaru untuk memindahkan OTG positif, dipindahkan ke lokasi karantina yang telah disiapkan pemerintah.

“Kita sudah lakukan dan siapkan apa yang diperintahkan Presiden, cuma membawanya itukan Kota Pekanbaru, Puskesmas Kabupaten Kota. Tentu bagi pemerintah daerah untuk dapat menjalankan instruksi presiden itu, karena tempat isolasi sudah disiapkan. Tinggal dari Puskesmasnya untuk merujuknya ke tempat isolasi mandiri yang telah disiapkan pemerintah,” ujar Mimi, Kamis (22/10).

“Bagi yang bergejala ditempatkan di ruang isolasi yang telah disiapkan oleh pemerintah. Yang dirawat dirumah sakit bagi yang bergejala berat dan sedang. Rumah Sakit kita selama ini yang bergejala sedang dan berat memang sudah dirumah sakit. Sedangkan yang ringan dan OTG ini isolasi dirumah, dan masih ada yang belum masuk ditempat yang disediakan,” kata Mimi lagi.

Ditegaskan Mimi, Pemko Pekanbaru belum begitu maksimal menjalankan mendata dan memindahkan pasien OTG positif yang mengkarantina mandiri dirumah. Dan saat ini lokasi tempat karantina yang disiapkan pemerintah baru mencapai 40 persen. Padahal Gubernur telah mengadakan rapat bersama Walikota Pekanbaru, beberapa hari lalu di Kantor Walikota, di Tenayan Raya.

“Kapasitas kita baru 40 persen yang terpenuhi, disemua lokasi itu baru 40 persen terpenuhi. Pergerakan dari Pemko Pekanbaru setelah instruksi Gubernur Riau sampai saat ini masih belum nampak. Yang banyak yang dirawat di isolasi itu dari Kampar, dari perbatasan Pekanbaru Kampar, diperbatasan. Tambang, Siak Hulu, yang di Bapelkes banyak dari tambang, yang masuk daerah Puskesmas Tambang. Yang bergerak Kampar, dan daerah lainnya, kan sudah disampaikan ke Walikota saat di Kantor Walikota di Tenayan,” tegas Mimi.

Disinggung mengenai ketersediaan obat-obatan bagi pasien postif baik di Rumah Sakit dan ditempat Karantina mandiri, Mimi mengatakan, masih mencukupi. Dan bantuan dari pemerintah pusat, termasuk dari Pemprov sendiri telah tersedia. Jikapun kurang juga telah disiapkan untuk antisipasi kekurangan obat-obatan.

“Ketersediaan obat-obatan ada, obat itu vitamin bagi yang tidak bergejala, mencukupi, kita selalu minta di pusat dan pengadaan kita juga ada. Jadi bagi yang dirawat dirumah sakit dan isolasi mandiri itu beda perawatannya. Kita sudah menyiapkannya,” kata Mimi.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo, memerintahkan agar tidak ada lagi pasien positif Covid-19 dirawat di rumah. Namun seluruh pasien positif ditangani di tempat yang telah disediakan pemerintah.

“Bapak Presiden memerintahkan menteri kesehatan dan kami semua, agar masyarakat yang positif COVID jangan lagi dilayani di rumah,” ujar Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dalam siaran yang ditayangkan kanal YouTube BNPB.

Sementara itu, dari informasi per hari Kamis (22/10) di Provinsi Riau terdapat penambahan 282 kasus Terkonfirmasi Covid-19. Kabar baiknya, terdapat penambahan 171 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Kabar duka, terdapat penambahan 6 pasien yang dinyatakan meninggal dunia karna Covid-19.

Total Terkonfirmasi 12.600 kasus (Isolasi Mandiri 2.699 orang, rawat di RS 1.091 orang, sembuh 8.525 orang dan 285 meninggal dunia). Suspek yang Isolasi mandiri berjumlah 8.481 orang, Isolasi di RS berjumlah 241 orang, Selesai Isolasi berjumlah 34.534 orang, meninggal berjumlah 135 orang. Total Suspek berjumlah 43.391 orang.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait