4 Hari di Pekanbaru, Terpidana 4 Tahun Perkara Korupsi di Maluku Diringkus

  • Whatsapp
Terpidana Sunarko saat berada di Kantor Kejati Riau.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pelarian Sunarko berakhir di Kota Pekanbaru, Selasa (20/10) malam. Terpidana empat tahun penjara itu diringkus saat berada di sebuah kamar hotel oleh tim gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Sunarko merupakan terpidana kasus korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara Moa, Maluku Barat Daya, Maluku. Sebelumnya, perkara itu ditangani oleh Kejagung.

Dikatakan Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi yang menyebut pria 70 tahun itu berada di Kota Pekanbaru sejak beberapa hari terakhir.

“Yang bersangkutan sudah berada di Pekanbaru kurang lebih 4 hari. Kita melacak keberadaan yang bersangkutan sejak beberapa jari yang lalu,” ujar Raharjo yang didampingi Kasi Penkum Kejati Riau Muspidauan, dan Kasi Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel.

Di Kota Bertuah, warga Jalan Walet Indah 5 Nomor 41 Kelurahan Kapuk Muara Penjaringan, Jakarta, berada di sebuah hotel di Jalan Tuanku Tambusai. Dia sengaja mengambil tempat di sana sebagai lokasi persembunyiannya.

“Dia melarikan karena merasa sudah mengembalikan kerugian keuangan negara. Namun pengembalian kerugian keuangan negara itu tidak menghapus pidananya. Pidana pokok dan dendanya harus dijalani,” sebut Raharjo.

“Di sini, yang bersangkutan ingin menghilangkan jejaknya,” sambung mantan Kepala Kejari Kabupaten Semarang itu.

Usai ditanggap, Jaksa kemudian akan mengeksekusi terpidana. Dimana akan ditempatkan, itu tergantung Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Tual, Maluku.

“Masalah teknis untuk (tempat) menjalani pidana, itu tergantung dari pihak JPU-nya dari Kejari Tual. Nanti akan berkoordinasi dengan Kegagung,” beber Raharjo.

Dalam kesempatan itu, Raharjo memaparkan disposisi perkara. Dikatakan dia, Sunarko dihukum pidana selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan. Hal itu berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 903 K/PID.SUS/2019 tanggal 23 Mei 2019.

“Kerugian negara dalam perkara ini Rp2,9 miliar. Yang bersangkutan telah menitipkan uang sebesar tiga koma sekian miliar. Nanti tinggal diperhitungkan apa-apa yang lebih, nanti teknisnya ada pada Jaksa Penuntut Umum di Kejari Tual,” beber Raharjo.

Diketahui, perkara ini menjerat 4 orang pesakitan. Mereka adalah Paulus Miru yang merupakan mantan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maluku Barat Daya, Sunarko yang merupakan Direktur PT Prima Taruna, Nicolas Paulus selaku konsultan pengawas pembangunan bandara, dan John Tangkuman yang merupakan mantan Kadishub Maluku Barat Daya.

Keempatnya dihukum bervariasi dari 1,5 tahun hingga 4 tahun penjara.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait