Astaga, Sebanyak 59 Pelajar di Indragiri Hulu Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Elis Julinarti SKM

HALUANRIAU.CO, RENGAT – Meskipun sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu diliburkan, namun tidak membuat para pelajar di Bumi Gerbangsari ini hanya melakukan kegiatan di rumah saja. Aktifitas mereka berganti untuk berkumpul di luar sekolah seperti cafe dan tempat umum lainnya yang biasa menjadi tempat berkumpulnya pada remaja.

Bisa saja hal ini yang menjadi penyebab pada akhirnya sebanyak 59 pelajar dinyatakan terkonfirmasi positif virus corona jenis baru SARS Cov-2 atau Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhu, Elis Julinarti, membenarkan adanya puluhan murid terkonfirmasi Covid-19. “Ada 59 terkonfirmasi positif dari kalangan pelajar,” ujarnya, Sabtu (17/10).

Hanya saja, Elis enggan menyebutkan lebih lanjut perihal sekolah mana yang siswanya terkonfirmasi virus corona. “Namun pastinya para pelajar itu saat ini pelajar itu tengah mendapatkan perawatan disana dan sekolah itu sudah memberlakukan lock down,” ujarnya.

Selain itu, kata Elis, selain dari kalangan pelajar, Inhu sendiri juga mendapat tambahan terkonfirmasi positif dari kalangan masyarakat sipil sebanyak 3 orang.

“Dari masyarakat sipil ada 3 orang dari hasil traking dan tracing yang kita lakukan dan sudah menjalani perawatan,” ujar Elis.

Sebelumnya, awal bulan ini 23 tenaga kesehatan Inhu juga terkonfirmasi positif corona, mereka berasal dari 20 puskesmas yang terdiri dari tim gerak cepat yang sebelumnya sudah disiagakan tim gugus tugas Inhu.

Sementara itu menanggapi adanya klastter penularan dari Pelajar di kabupaten Indragiri Hulu, Ketua Komisi IV DPRD Indragiri Hulu Suhariyanto SH meminta aggar permasalahan ini menjadi kajian oleh tim Satgas COvid-19 dan juga Dinas Pendidikan.”Harus ada langkah atau kebijakan lanjutan yang dilakukan untuk para pelajar selain sekolah Daring, tegasnya.

Selain itu dia juga meminta agar pengawasan dari orang tua juga harus ditingkatkan terhadap anak, sehingga para pelajar dapat benar benar mematuhi protokol kesehatan yang ada, karena dengan tidak masuknya mereka bersekolah, waktu mereka untuk berkumpul di luar rumah lebih banyak tanpa mematuhi protokol kesehatan.

 

 

Penulis: EBP

Comments

Pos terkait