Beri Buku Tuntunan Salat, Jaksa di Pekanbaru Ini Harap Tersangka Menjadi Pribadi yang Baik

  • Whatsapp
Buku Tuntunan Shalat Lengkap yang diberikan kepada tersangka.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Seorang Jaksa di Pekanbaru rela merogoh sakunya untuk membeli ratusan buku yang berisikan tuntunan salat. Buku-buku selanjutnya diberikan kepada setiap tersangka perkara yang ditanganinya.

Jaksa itu bernama Lusi Yetri Man Mora. Dia merupakan Jaksa Fungsional yang bertugas pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Dalam kesehariannya, wanita 35 tahun itu juga bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tindak pidana umum (pidum).

Dalam perkara pidum, Lusi biasa ia disapa, selalu memberikan buku tuntunan salat kepada setiap tersangka yang ditanganinya. Ternyata kegiatan itu telah dilakukannya sejak awal tahun 2020 lalu.

Dia memberikan buku saat menerima pelimpahan perkara dari penyidik kepolisian. Tentu saja para tersangka yang mendapatkan buku itu adalah yang beragama Islam.

“Setiap tahap 2 (menerima tersangka dan barang bukti dari penyidik,red), Alhamdulillah selalu ngasih (buku) tuntunan salat. Semoga ini bisa bermanfaat untuk mereka (tersangka,red),” ujar Lusi kepada haluanriau.co, Jumat (16/10).

Adakalanya dia sendiri yang menyerahkan buku tersebut. Namun sejak beberapa waktu terakhir, buku itu dititipkannya kepada penyidik. Itu dikarenakan pada saat tahap 2, tersangka tetap berada di sel tahanan polisi mengingat pandemi Covid-19 yang belum mereda di Kota Pekanbaru.

“Karena tak ketemu langsung sama tahanannya, biasanya nitip ke penyidiknya,” kata ibu satu orang anak ini.

Buku-buku itu dibelinya di sebuah pasar yang ada di Kota Bertuah. Dia sengaja membeli dalam jumlah yang banyak agar mendapat potongan harga dari penjual.

“Belinya perkodian di dekat Pasar Kodim, grosir biar lebih murah,” katanya sambil tersenyum. Dia pun menyebut sudah puluhan buku yang diserahkannya.

Dia berharap, para pelaku tindak pidana itu bisa membaca dan mengamalkan isi yang ada di dalam buku tersebut dengan menunaikan ibadah salat setiap harinya. Dengan begitu, tahanan itu akan sabar dan tabah menjalani proses hukum, dan berubah menjadi pribadi yang baik.

“Saya berharap para pelaku kejahatan sadar atau lebih baik lagi dari sebelumnya. Apabila seseorang sudah tahu dengan agamanya, dia tidak akan mungkin melakukan hal-hal buruk, karena agama telah mengatur segala sesuatunya,” pungkas Lusi.

 

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait