Program Padat Karya Kotaku Hadir Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

HALUANRIAU.PEKANBARU – Saat ini bangsa  Indonesia sedang mendapat ujian berat berupa pandemi virus Corona . Virus ini melanda hampir seluruh penjuru dunia dan juga wilayah nusantara termasuk Riau.

Data terakhir menunjukan Riau menempati rangking ke 5 untuk jumlah pasien positiv Covid 19. Sudah banyak korban berjatuhan akibat virus ini tidak pandang bulu baik Pejabat, Birokrat, Anggota , Artis, karyawan bahkan masyarakat sipil biasa.

.Covid 19 yang penularannya disebabkan oleh virus Corona yang sudah menjadi pandemi ini telah memukul banyak sendi kehidupan masyarakat.

Ada yang kehilangan selamanya
Kementerian PUPR melalui Direktorat Cipta Karya pada tahun 2020 ini melaksanakan Program Kota Tanpa Kumuh di 25 Provinsi 128 Kabupaten/Kota dan 364 Kelurahan/Desa di Indonesia.

Salah satunya Provinsi Riau, Berdasarkan surat Kepmen PUPR Nomor 167 KPTS/M/2020 Riau tahun ini mendapatkan alokasi 8 Milyar untuk 6 Kota/Kabupaten dan 8 Desa/Kelurahan sebagai Lokasi Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Kotaku Reguler Tahun anggaran 2020

Kota merupakan dampingan lama mendapatkan alokasi BPM Kotaku PPMK/livelihood dan 4 Kabupaten lainnya adalah dampingan baru mendapatkan alokasi BPM Reguler. Untuk Kabupaten yang mendapatkan alokasi BPM Regular yaitu Kab. Kampar, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Pelelawan dan Kabupaten Rokan Hulu.

Sedangkan Kabupaten yang mendapatkan BPM PPMK yaitu Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Bengkalis. Untuk lokasi baru di Riau Program Kotaku ini berjalan sejak bulan April 2020. Bersamaan dengan datangnya Pandemic Covid 19, dimana Riau juga merupakan wilayah terdampak.

Meskipun demikian Program Padat Karya Kotaku tetap berjalan, dimulai dari Sosialisasi awal ke masyarakat sampai dengan pembentukan BKM/LKM (Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat) sebagai lembaga wali amanah yang dibentuk di 6 Kelurahan/desa baru. Di Kampar 3 desa, Rokan Hulu 1 Desa, Pelelawan 1 Kelurahan dan Indragiri Hulu 1 Kelurahan. Semua Proses/tahapan di masyarakat dilakukan sesuai dengan Protokol Covid 19.

Menurut Team Leader OC 3 Kotaku Riau Erick Siagian, saat ini khusus untuk Lokasi BPM Reguler / lokasi baru tahapan yang sudah dilaksanakan adalah tahap pelaksanaan Kontruksi. Dan capaian progres fisik dilapangan sudah 62%.

Dalam pelaksanaan Padat karya Kotaku ini menggunakan sistim swakelola dengan melibatkan banyak tenaga tukang dan asisten tukang dari masyarakat setempat khususnya yang terdampak secara ekonomi akibat pandemic Covid ini, pelaksanaannya melalui Padat Karya Kotaku ini sudah menyerap tenaga kerja sejumlah 459 orang.

Pelaksanaan pekerjaaan Kontruksi dengan pola padat Karya di Program Kotaku ini juga sangat ketat dalam penerapan Protocol Covid 19.

Sebelum para pekerja melaksanakan tugasnya mereka dilakukan pengecekan suhu dengan Termo gun dan di lokasi kerja juga disediakan fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun.

Semuanya dilakukan dalam rangka pencegahan virus Corona agar pekerja aman dan terhindar dari Virus ini.Sesuai dengan Surat Edaran (SE) No.19/SE/DC/2020 tentang tata cara pencegaan penyebaran Coronavirus disease 2019 (Covid-19) dalam pelaksanaan Kegiatan Padat Karya.

Target dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tanggal 30 Maret 2020.

Adapun infrastruktur yang dibangun meliputi : Pembangunan Jalan beton, drainase lingkungan, Jembatan beton dan sumur bor serta Rumah produksi pengolahan pisang.

Diharapkan melalui Program Padat Karya Kotaku di Riau ini akan mampu untuk mengurangi masalah kumuh di lokasi baru ini seluas 20.72 ha. Masyarakat sangat terbantu dengan adanya Program Padat Karya Kotaku ini disamping mampu menyerap tenaga kerja lokal dan terbantu dari sisi perekonomian lingkungan mereka juga lebih tertata rapi dengan dibangunnya beberapa infrastruktur di kampung mereka.(infotorial)

Comments

Pos terkait