Gubri Minta Pemko Libatkan RT/RW Kerjasama Dengan Satgas Awasi OTG

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat bersama Pemko Pekanbaru terkait dengan penanganan pasien yang terkonfirmasi positif di Pekanbaru yang setiap harinya semakin tinggi. Termasuk dalam mengawasi dan memberikan pelayanan terhadap OTG positif, dan isolasi mandiri yang harus menjadi perhatian dari Pemko.

Dan Pemko Pekanbaru diminta untuk bisa berkoordinasi dengan RT/RW dan seluruh perangkat di Pemko untuk bersama mengawasi dan mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan. Termasuk dalam memberikan edukasi kepada masyarakat yang isolasi mandiri, agar disiplin sesuai aturan.

“Kerja yang harus dijalankan oleh RT/RW, Kelurahan, Kecamatan sampai ke Puskesmas, itu yang harus dijalankan. Harus ada kerjasama yang baik antara satgas kota. Dan kami sudah banyak memberikan petunjuk siapa yang harus di swab, karena masih ada orang yang masyarakat ingin di swab semuanya, tidak seperti itu caranya,” kata Gubri Syamsuar.

Ditegaskan Gubri, masyarakat yang mampu untuk isolasi mandiei dengan kondisi rumah yang memadai boleh isolasi mandiri, namun tetap menjadi pengawasan dari Puskesmas, serta RT/RW yang ada di lingkungan OTG. Namun jika rumahnya tidak memadai menjadi tugas Puskesmas untuk mengisolasi ke tempat isolasi yang sudah disiapkan pemerintah, agar tidak menularkan dengan orang terdekat.?

“Masih ada mengatakan OTG positif dan disebelah rumahnya tidak dilakukan swab, masih ada orang-orang yang belum mengerti. Sebenarnya orang yang isolasi mandiri itu kalau rumahnya mampu, boleh selama 14 hari dia tidak boleh keluar, tapi kalau rumahnya punya kamar sendiri dan didalmnya ada kamar mandi, sehingga tidak mengganggu yang lain.

“Tapi jika rumahnya tidak siap pemerintah daerah sudah menyiapkan tempat isolasi mandiri. Masanya 14 hari nanti di cek swabnya, masih positif tidak masalah, itu tidak bisa menularkan lagi dengan orang terdekat. Masyarakat masih banyak menilai setelah 14 hari masih positif harus isolasi mandiri, isolasi mandiri perlu, tapi setidak-tidaknya lewat dari 14 hari karena masa inkubasi lewat 14 hari sudah tidak basi menularkan,” tegas Gubri.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait