Gelar JMS Secara Daring, Jaksa di Pelalawan Harap Pelajar Cegah Korupsi dan Narkotika Sejak Dini

  • Whatsapp
Kasi Intelijen Kejari Pelalawan Sumriadi memimpin pelaksanaan penyuluhan hukum program JMS bersama pelajar SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci secara daring.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PANGKALAN KERINCI – Pencegahan tindak pidana korupsi dan narkotika harus dikenalkan sejak dini. Termasuk bagi kalangan pelajar yang ada di Kabupaten Pelalawan.

Hal itu lah yang dilakukan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) di Negeri Seiya Sekata itu. Dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Sumriadi, sejumlah Jaksa memberikan penyuluhan hukum kepada 45 orang siswa dan siswi dari SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci.

“Kegiatan ini dalam rangka program Jaksa Masuk Sekolah,” kata Sumriadi, Selasa (13/10).

Mengingat masih pandemi Covid-19, kegiatan ini digelar secara daring dengan skema video confrence dengan memanfaatkan aplikasi Zoom. Para Jaksa yang menjadi pembicara berada di kantor, sementara para siswa berada di rumah masing-masing.

“Ada juga pengawas, kepala sekolah, dan guru pendamping, yang mengikuti jalannya kegiatan ini,” kata mantan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari Siak itu.

Dalam kegiatan itu, para pembicara menyampaikan sejumlah materi, yakni terkait pencegahan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan narkotika. “Kita sengaja mengangkat materi ini dalam rangka penguatan pembentukan karakter pendidikan bagi pelajar,” kata Sumriadi.

“Korupsi dan narkotika merupakan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Kita berharap pencegahannya harus diketahui dan dilakukan sejak dini,” sambung dia seraya mengatakan, pihaknya juga menayangkan sebuah film animasi singkat tentang pencegahan tindak pidana korupsi dalam kegiatan yang berlangsung dua jam itu.

“Pelaksanaan Program JMS ininmerupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya pencegahan agar pelajar dan guru-guru lebih memahami tentang aturan-aturan yang berlaku. Hal itu sesuai dengan tagline dari Kejaksaan, yaitu Kenali Hukum, Jauhi Hukuman,” pungkas Sumriadi.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait