Polisi Jenguk dan Berikan Tali Asih Korban Kerusuhan Demo, Kondisi Dody Wahyudi Semakin Membaik

  • Whatsapp
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya bersama Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dan Kabid Dokkes Kombes Pol Priyo Kuncoro menjenguk Dody Wahyudi di RS Awal Bros Panam, Senin (12/10).

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pihak kepolisian di Pekanbaru menjenguk Dody Wahyudi di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Senin (12/10). Selain ingin memastikan kondisi kesehatannya, polisi juga memberikan tali asih kepada pria 24 tahun itu.

Dody merupakan salah satu peserta unjuk rasa menolak Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja, di Kantor DPRD Provinsi Riau pada Kamis (8/10) kemarin.

Kala itu, aksi unjuk rasa sempat memanas. Massa aksi dan petugas kepolisian terlibat aksi saling dorong, bahkan berujung pada tindakan anarkis, dan Dody dikabarkan mengalami luka.

Dari video yang beredar di media sosial, Dody terlihat digotong oleh sejumlah rekannya dengan kondisi wajah berlumuran darah. Ketika itu ia langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dody sempat diisukan meninggal dunia. Namun terkait itu, pihak kepolisian langsung membantah informasi tersebut. Polisi menyatakan isu Dody meninggal dunia itu tidak benar.

“Menurut informasi dari ibunya, yang disampaikan temannya Dody terjatuh saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Riau. Kebetulan juga ada (informasi) dari dokter RS Awal Bros Panam yang langsung merawat,” ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya usai menjenguk Dody Wahyudi.

Saat itu, Kombes Pol Nandang tak sendiri. Terlihat juga Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dan Kabid Dokkes Kombes Pol Priyo Kuncoro, dan lainnya.

Menurut Kapolresta, kondisi Dody sudah membaik dan pulih. Dody juga sudah bisa berkomunikasi dengan jelas, baik dengan kepolisian maupun tim medis yang merawatnya.

“Jadi kita cek sekarang, sudah berangsur sehat, kondisinya baik. Sudah bisa bicara. Beliau masih dirawat oleh tim RS Awal Bros dalam rangka pemulihan,” kata perwira menengah Polri dengan tiga melati di pundaknya.

Kabid Dokkes Polda Riau, Kombes Pol Priyo Kuncoro menambahkan, sebelum dirawat di RS Awal Bros Panam, Dody sempat dilarikan di RS Mesra di Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Di sana, dia mendapat perawatan awal.

“Kebetulan, sebelum pasien dibawa ke RS Awal Bros, pasien sempat dibawa ke Siak Hulu, namanya RS Mesra. Kami sudah kroscek apa yang terjadi di sana,” kata Kombes Pol Priyo.

“Jadi rupanya karena rumah sakitnya kecil, jadi hanya dilakukan pembersihan terhadap luka, kemudian dipasang oksigen, kemudian dirujuk ke tempat yang dianggapnya lebih baik,” sambung polisi berlatar belakang dokter itu.

Lanjut dia, pihaknya akan membantu semaksimal mungkin untuk meringankan beban Dody Wahyudi. Hal itu, kata dia, sesuai dengan arahan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

“Kami sifatnya membantu. Insya Allah, kami atas petunjuk Bapak Kapolda, tentu ini diupayakan dibantu semaksimal mungkin. (Agar) pihak keluarga teringankan,” imbuh dia.

Sementara itu, dr Rumatha Sihaloho menjelaskan, Dody kini masih menjalani serangkaian proses recovery atau pemulihan. Saat ini, dia masih dirawat oleh tim dokter spesialis.

“Dody juga sudah dirawat oleh tim dokter spesialis yang melakukan penanganan sesuai kebutuhan,” jelas Humas RS Awal Bros itu seraya mengatakan, Dody kini ditangani oleh dokter spesialis mata dan THT atau Telinga, Hidung, dan Tenggorokan.

“Mungkin terkait diagnosa pasien, itu kan berhubungan dengan kerahasiaan informasi medis. Namun yang kami sampaikan, proses recovery sangat baik, berjalan. Pengobatan dan tindakan yang diberikan juga sesuai kebutuhan pasien. Kami optimis, (kondisi) Dody bisa kembali seperti semula,” pungkasnya.

Diketahui, Dody merupakan salah satu peserta yang mengikuti aksi unjuk rasa di kantor DPRD Riau pada pekan kemarin. Dia bukan berasal dari kalangan mahasiswa, melainkan dari warga biasa.

Dituturkan sang ibunda, Dody merupakan seorang pekerja di salah satu tempat potong hewan. Ia belum menikah, karena merasa masih punya tanggungjawab untuk membantu adik-adiknya.

Terkait kondisi yang menimpa anaknya, sang ibunda memberikan penjelasannya. “Awalnya saya ditelpon sama kawannya. Katanya, ‘Bu, Dody jatuh,” sebut sang ibu saat dihubungi terpisah.

“Saya sama adiknya buru-buru ke Pekanbaru. Dody udah mau dirujuk ke (RS) Awal Bros waktu itu,” lanjutnya. Keterangan itu sekaligus membantah rumor yang menyebut anaknya meninggal dunia saat aksi tersebut.

Ibunda Dody menuturkan, kondisi anaknya kini semakin membaik. Ia pun memohon doa kesembuhan untuk sang anak.

 

 

 

Penulis: Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait