Pekanbaru Jadi Perhatian Presiden Penyebaran Covid-19 Terbanyak, Mimi: Penanganan Isolasi Mandiri Pemko Belum Betul

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir.

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kota Pekanbaru, jadi perhatian Presiden RI, Joko Widodo, yang masuk dalam 12 daerah di Indonesia sebagai penyebaran Covid-19 terbanyak, yakni sebanyak 30 persen. Dan menjadi perhatian untuk menjadi prioritas utama dari pemerintah daerah untuk menurunkan kasus penyebaran Covid-19. Hingga saat ini kasus positif di Pekanbaru mencapai, 5.144 terkonfirmasi positif.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, penyebaran kasus positif di Kota Pekanbaru, memang sudah menjadi perhatian pihaknya dalam sebulan ini. Dan kali ini langsung disampaikan oleh Presiden. Tak terbendungnya kasus positif yang setiap harinya meningkat di Kota Pekanbaru ini, karena penanganan pasien yang kurang baik oleh pihak Pemko Pekanbaru, terutama dalam menanganu pasien isolasi mandiri.

“Itukan sudah menjadi perhatian karena kasusnya naik, berarti harus melakukan strategi Kota Pekanbaru bagaimana penurunan kasusnya, dan kita kembali akan mengadakan rapat dengan Pemko. Ini Isolasinya mandirinya belum betul, masih banyak dirumah. Isolasi mandirinya masih dirumah, harusnya isolasi mandiri yang telah disiapkan agar tidak berbaur dengan warga yang lain,” tegas Mimi Yuliani Nazir, Senin (12/10).

Dijelaskan Mimi, Pemko Pekanbaru sudah beberapa kali diingatkan dalam setiao pertemuan bersama Satgas, untuk menjalankan apa yang telah menjadi instruksi dari Satgas, termasuk dari Kementrian Kesehatan. Namun dari Pemkonya selalu beralasan surat yang tidak ada, padahal sudah ada dalam Permenkes, untuk menjalankan penanganan pasien terkonfirmasi positif, termasuk isolasi mandiri.

“Harus melakukan penanganan pasien lebih baik, isolasi mandiri harus dilakukan, itu bukan dirumah. Setiap rapat sudah disampaikan, tetapi selalu minta surat-surat, tak perlu surat lagi karena sudah ada permenkes revisi lima itu. Isolasi dilakukan isolasi mandiri kalau dirumah tidak memungkinkan, isolasi di tempat yang disiapkan pemerintah. Kan sudah jelas tempat isolasi mandirinya, dimanfaatkanlah,” tegas Mimi lagi.

Bagi pasien yang isolasi mandiri dirumah, juga harus dipantau, baik itu obat-obatannya dan juga keperluan lainnya dari Pemerintah Kabupaten Kota. Pemprov sendiri telah mendistribusikan obat-obatan dan vitamin, ke seluruh dinas kesehatan Kabupaten Kota.

“Untuk obat-obatan kita mendistribusikan ke dinas kesehatan masing-masing Kabupaten Kota, bukan Provinsi yang mendistribusikan ke Puskesmas. Yang tidak bergejala diberikan vitamin, vitamin itu kan juga obat bagaimana meningkatkan daya tubuh pasiennya. Yang sakit dan dirawat itu penanganannya tentu diberikan obatnya,” kata Mimi.

“Yang isolasi mandiri, dimanfaatkanlah, tempat-tempat isolasi mandiri yang telah disiapkan pemerintah. Hotel masih belum diisi, karena masih banyak yang kosong isolasi mandiri yang ditelah disiapkan. Untuk yang hotel kan kita memikirkan juga anggarannya. Isolaso mandiri ditempat yang disiapkan aja belum penuh, dipenuhkan dulu,” kata Mimi.

Pada penyampaian Presiden, untuk 12 daerah itu yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Ambon, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, dan Kota Pekanbaru. Presiden meminta jajarannya memprioritaskan penanganan Covid-19 di 12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 orang.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait