Seruan Aksi GEMPUR Tolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law di Bengkalis Ricuh

  • Whatsapp
Aksi unjuk rasa penolakan UU CIpta Kerja di DPRD Bengkalis berkahir ricuh dan setidaknya ada empat orang mahasiswa terluka

HALUANRIAU.CO, BENGKALIS – Demonstrasi atau unjuk rasa menolak pengesahan RUU (Rancangan Undang-Undang) Cipta Kerja Omnibus Law oleh gerakan mahasiswa, pemuda, buruh dan rakyat (GEMPUR) di gedung DPRD Kabupaten Bengkalis pada Kamis 8/10, berakhir ricuh.

Demo mahasiswa menjadi rusuh. Barikade kawat berduri diterobos paksa massa yang ingin masuk kedalam gedung DPRD. “Penyebab ricuh yaitu kami tidak mndapatkan kesempatan untuk berdiskusi atau berdialog kepada bapak-bapak DPRD Kab Bengkalis,” tutur Fahrian Ramdhani, selaku wakil presiden mahasiswa Politekni Negri Bengkalis.

Ia juga mengungkapkan dalam unjuk rasa pagi tadi juga terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat. Dikarenakan jawaban dari pihak kasi intel dan kapolres berbeda dari harapan demonstran.

“Saya dilapangan mencoba melobi kasi intel dan bapak kapolres. Bagaimana kami semua dapat masuk secara damai dan kondusif, namun jawaban dari pihak kasi intel dan kapolres berbeda dari harapan kami, maka kami melakukan tindak secara paksa.”

Demo yang diwaranai dengan kericuhan itu. Akibatnya, 5 mahasiswa terluka.

“Ada sekitar 5 orang hari ini yang terluka, yg paling parah adalah mahasiswa dari luar daerah namun berdomisili Kab Bengkalis dan harus menerima 12 jahitan dibagian tangan tanan,” tutupnya.(mg01)

Comments

Pos terkait