Mahasiswa Bakar Ban di Depan DPRD Jawa Barat

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, BANDUNG – Gerakan aksi demontrasi menolak pengesahan Omnisbus Law Cipta Kerja terus datang silih berganti, bahkan di Bandung ALiansi Mahasiswa Pasundan melakukan pembakaran ban di depan gedung DPRD Jawa Barat di Kota Bandung, Rabu (7/10). Mereka bergerak mulai pukul 12.00 WIB.

Terlihat Massa yang mengenakan jas almamater hijau melakukan long march dari titik kumpul di Jalan Sultan Tirtayasa menuju Jalan Diponegoro. Mereka terlihat membawa spanduk besar, bendera merah-putih, dan poster.

Para oratormulai menjalankan tugas mereka untuk melakukan orasi yang kemudian puncauknya mahasiswa mulai membakar ban di tengah aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Asap pun terlihat membumbung tinggi saat beberapa ban dibakar massa yang berunjuk rasa di depan gedung parlemen. Adapun demonstran yang diperkirakan berjumlah ratusan orang masih terus bertahan menyampaikan berbagai macam orasi.

Meskipun hari sudah semakin sore para orator menyebutkan pihaknya tidak akan membubarkan diri. Teriakan itu terdengar dari atas mobil komando.

“Hari ini kita turun ke jalan ditunggangi kepentingan rakyat, kawan-kawan. Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja,” ucap salah satu orator.

Akibat demonstrasi ini, situasi lalu lintas di depan DPRD Jabar Jalan Diponegoro mulai ditutup aparat kepolisian lalu lintas.

Gelombang aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja terjadi di sejumlah daerah. Umumnya, aksi unjuk rasa digalang oleh mahasiswa dan elemen buruh.

Mereka kecewa dengan sikap DPR dan pemerintah yang mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja menjadi undang-undang. Buruh yakin peraturan tersebut cenderung menguntungkan pengusaha ketimbang hak-hak pekerja.

Unjuk rasa dilakukan di Bandung, Lampung, Palembang, Surabaya, Bekasi dan beberapa daerah lainnya. Aksi unjuk rasa akan terus dilakukan hingga 8 Oktober dan bisa terus dilakukan jika massa masih belum puas dengan sikap DPR dan pemerintah.

 

 

Sumber: cnnindonesia

Comments

Pos terkait