Sebanyak 6.520 KPM di Kampar Telah Menerima Bankeu Pemprov Riau Tahap I

  • Whatsapp
Kepala Bidang(Kabid) Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kampar, Syahrizal, Lurah Air Tiris Ahmad Azhari Hamidi, TKSK Kecamatan Kampar dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) usai pengisian Aplikasi Simata Bansos.

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Sebanyak 6.909 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kampar. 6.520 telah menerima Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Riau bagi masyarakat terdampak Covid-19. Masih ada 385 keluarga yang belum bisa dilakukan pencairan. Keluarga penerima manfaat itu akan menerima bantuan sebesa Rp300 setiap bulan selama 3 bulan.

“Untuk di Kabupaten Kampar pencairan tahap I itu dilakukan pada 14 September lalu, sebanyak 6520 keluarga penerima manfaat (KPM) dari 6909, jadi ada sekitar 385 keluarga yang belum bisa kita lakukan pencairan. Karna ada KPM itu sudah mendapatkan program PKH sehingga tidak bisa melakukan penyaluran kepada mereka,” ujar Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kampar, Syahrizal kepada haluanriau.co usai melakukan pengisian Aplikasi Simata Bansos di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Senin (5/10).

Dikatakan Syahrizal yang menjadi kendala juga disebabkan NIK KPM ada yang belum Valid sehingga tidak bisa online di Depdagri. Hal itu sebut dia menjadi gendala bagi KPM untuk buka buku rekening.

“Nanti kita informasikan bagi yang bisa membuka rekening insyaallah ditahap berikutnya bisa kita salurkan,” kata Syahrizal.

Syahrizal menjelaskan bahwa kegitan yang ia lakukan hari ini adalah melakukan pengimputan aplikasi semata bansos, bagi keluarga penerima mamfaat yang bersumber dari bantuan keuangan provinsi tahap I.

Bantuan bangkeu itu kata dia, diinput ke aplikasi semata untuk menghindari agar data penerima bantuan itu tidak doble, seperti keluraga yang sudah mendapatkan program PKH, bantuan langsung tunai bersumber dari dana desa dan bantuan tunai dari kmensos tidak ganda lagi.

Sebab itu kata dia Pemerintah Provinsi Riau membuat aplikasi yang namanya mata bansos, “Alhamdulillah kedepan kita lakukan pengimputan supaya tidak terjadi dobel terhadap program yang diterima oleh masyarakat kita,” imbuh dia.

Jadi untuk kabupaten kampar sudah kata dia sudah dilakukan pencairan dan sudah diterima oleh masyarakat. Dimana menurut dia KPM itu melakukan transaksi di Bank BRI atau agen brilink yang ada di desa karna pembayaran itu dilakukan non tunai.

“Karna kita menggandeng pihak Bank BRI selaku penyalur. Kita juma melihat saat setiap desa sudah ada agen – agen brilink sehingga jangkaun oleh masyarakat kita lebih mudah untuk peoses pencairan,” terang dia.

Adapun pengaplikasian dilakukan pihaknya ada 4 Desa, Yakni Kelurahan Air Tiris, Desa Ranah Baru, Desa Bukit Ranah dan Desa Ranah, ia juga mengatakan bahwa timnya juga keliling untuk melakukan pengisian aplikasi semata bansos.

“Nanti tim kita akan keliling, kita koordinasi dengan TKSK, Kecamatan mana yang akan menyiapkan KPM akan kita gesa. Karna kita diminta oleh Provinsi Riau 1 bulan pencairan tahap I laporan kita ini harus selesai,” pungkasnya.

Sementara itu Lurah Air Tiris Ahmad Azhari Hamidi mengucapkan terimaksih pada Pemerintah Provinsi Riau dan Dinas Sosial Kampar atas penyaluran batuan tersebut.

“Kami atas nama pemerintah kelurahan air tiris dan masyarakat mengucapkan terimaksih pada intansi yang berwenang yakni dinas sosial TKSK dan pendamping yang telah membantu sebanyak 50 orang warga kelurhan air tiris mendapatkan bantuan covid ini,” kata Azhari.

“Insyaallah tahap ke II dan III akan menyusul dengan dilengkapi dokumen sekarang ini,” ujarnya.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait