Ketua Komnas PA Riau Kunjungi Anak Korban KDRT di Pelalawan, Dewi: Biarlah Ini Menjadi Pelajaran Bagi Orangtua

  • Whatsapp
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Riau, Dewi

HALUANRIAU.CO, PANGKALAN KERINCI – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Riau, Dewi, meminta agar setiap pemangku kepentingan dan masyarakat untuk dapat berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan terkait dengan perilaku nakal anak dibawah umur.

Hal ini disampaikannya terkait dengan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap anak dibawah umur yang dilakukan orang tua kandung terhadap anaknya yang terjadi di Kabupaten Pelalawan, beberapa hari yang lalu.

Dijelaskannya, kekerasan terhadap anak dibawah umur ini dipicu akibat adanya laporan warga masyarakat kepada RT dan RW atas tingkah laku korban yang kurang berkenan, sehingga memaksa warga masyarakat bertindak kasar yang mengakibatkan orangtua korban melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya.

“Kepada pak RT dan RW, apabila ada laporan warga yang mengangkut perilaku anak-anak, janganlah terlalu cepat menyampaikan hal-hal seperti ini kepada orang tua, kalau bisa cukuplah warga masyarakat itu memahami kondisi masyarakat tersebut, agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya saat berkonsultasi langsung dengan pihak keluarga korban dan juga RT dan RW serta Bhabinkamtibmas di Polres Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Jumat (3/10).

Terkait dengan orangtua korban yang melakukan KDRT tersebut, Dewi dengan tegas menyampaikan sangat mendukung penegakan hukum yang dilakukan polisi dalam hal ini Polres Pelalawan.

“Kita harapkan kepada pelaku dapat diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya, terlepas rasa emosional kita melihat kondisi keluarga yang ditinggalkan karena ini akan dapat menjadi pelajaran kepadanya untuk berhati-hati memperlakukan anak-anak,” ungkapnya.

Sedangkan kepada warga masyarakat, Dewi yang juga merupakan tokoh wanita di Provinsi Riau ini juga berpesan agar para orangtua dapat berpikir jernih dalam memberikan teguran kepada anak-anak.

“Kita minta jangan sampai melakukan hal-hal yang anarkis yang dapat menimbulkan efek psikologis tidak baik terhadap anak itu sendiri, karena anak seusia mereka masih produktif untuk bermain dan tugas kita sebagai orangtua memberikan perlindungan terhadap mereka dan itu harapan mereka,” katanya mengakhiri.

 

 

Reporter: Anton

Comments

Pos terkait