Beras Bantuan Jelek, Komisi II DPRD Kampar Bakal Panggil Dinas Sosial

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPRD Kampar Zumrotun (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG – DPRD Kampar akan memanggil Dinas Sosial setempat untuk hearing. Rapat dengar pendapat itu terkait informasi adanya beras dari program Bantuan Sosial Pangan atau Bantuan Pangan Non Tunai yang berkualitas urang bagus dan berkutu.

“Waktu hearing, kita menyampaikan kepada Kadis Sosial terkait bantuan bansos, baik itu program PKH maupun BPNT. Kami minta agar transparan sesuaikan dengan jumlah nilai bantuan. Itu yang sering kami sampaikan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kampar Zumrotun, belum lama ini.

Terkait pemberitaan bahwa beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) yang berkualitas kurang baik, dia mengaku belum mendapatkan laporan.

Zumroton mengatakan, persoalan kualitas beras bantuan BSP atau BPNT yang yang disalurkan kurang baik dan berkutu itu, pihak pendamping harus lebih koperatif. Mereka harus tahu siapa pihak yang mengadakan pengadaan beras bantuan tersebut.

Menurut dia, jika itu kesalahannya pada penyaluran beras, maka penyalur beras bantuan itu diganti saja.

“Terkait persoalan itu pendamping harus lebih koperatif. Pengadaan ini siapa?. Intinya kalau memang persoalannya seperti itu, ya udah. MoU-nya ditukar. Mengapa memaksakan diri kita untuk membeli beras di Bulog,” sebut Politisi Partai Gerindra itu.

“Lagian kan, tidak ada kewajiban pengadaan beras bantuan itu dari Bulog. Itu bebas kok kita membeli itu, tidak mesti harus dari Bulog,” sambungnya.

Dia pun mempertanyakan, jika ada keharusan dari Dinas Sosial untuk mengambil beras bantuan dari Bulog. Kecuali barang yang disalurkan itu berkualitas baik.

Dalam pemberitaan sebelumnya, beras berkualitas jelek itu dialami masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri. Terkait hal itu, Zumrotun berharap agara masyarakat menyampaikan terkait persoalan itu kepada anggota dewan yang ada di kecamatan teraebut.

Kendati begitu, dia menegaskan akan memanggil Dinas Sosial untuk hearing dengan pihaknya di Komisi II.

“Nanti coba kami panggil heering pihak dinsos. Coba kami pertanyakan terkait dengan pernyataan dari haluanriau.co. Nanti coba kami konfirmasikanlah kepada mereka, lalu apa upaya mereka untuk perbaikan-perbaikan. Karena jangan sampai ini merugikan masyarakat terus-menerus,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kampar Zamzami mengatakan, agar masyarakat mengembalikan beras bantuan itu, jika didapati berkualitas kurang baik dan berkutu.

“Kalau memang berkutu beras itu, kembalikan ke Bulog. Kalau ada laporan, tentu kami sampaikan ke pihak Bulog,” ujar Zamzami.

“Kalau KPM itu sendiri menyampaikan ke pihak bulog, bisa juga,” tandas dia.

Penulis: Amri

Comments

Pos terkait