Dinilai Bersalah, Suami Calon Bupati Bengkalis Ini Dituntut 6 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Persidangan dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Amril Mukminin.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Amril Mukminin dituntut pidana selama 6 tahun penjara. Bupati Bengkalis nonaktif itu dinilai bersalah melakukan tindak pidana menerima suap dan gratifikasi.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar pada Kamis (1/10). Adapun agenda persidangan adalah pembacaan amar tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Persidangan itu digelar secara virtual, dimana majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina dan tim penasehat hukum terdakwa berada di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Sementara Tim JPU berada di Jakarta.

Amril Mukminin sendiri berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

Sebelum masuk ke tuntutan, tim JPU KPK Takdir Suhan dan Tonny Frenky Pangaribuan, terlebih dahulu secara bergantian membacakan analisa dan sejumlah fakta persidangan. Penyampaian itu dilakukan melalui skema video teleconference.

JPU KPK menyatakan, Amril menerima suap dari PT Citra Gading Asritama (CGA) selaku perusahaan pelaksana proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning di Negeri Sri Junjungan sebesar Rp5,2 miliar.

Selain itu, dia juga menerima uang total sebesar Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha sawit. Masing-masing dari Jonny Tjoa sebesar Rp12.770.330.650 dan dari Adyanto sebesar Rp10.907.412.755.

Uang gratifikasi puluhan miliar itu diketahui juga mengalir ke rekening pribadi istri Amril Mukminin, Kasmarni. Saat itu, calon Bupati Bengkalis yang berpasangan dengan Bagus Santoso tersebut menjabat sebagai Camat Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

JPU kemudian membacakan pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan, terdakwa Amril Mukminin selaku pejabat pemerintah tidak mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa Amril Mukminin telah mengembalikan uang, bersikap sopan di persidangan, terdakwa merasa bersalah dan mengakui perbuatannya.

JPU menilai Amril melanggar Pasal 12 huruf a, Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk itu, JPU meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa Amril Mukminin dengan pidana penjara 6 tahun. “Menjatuhkan pidana denda Rp500 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayarkan diganti pidana kurungan 6 bulan,” kata JPU Tonny Frenky Pangaribuan dalam amar tuntutannya.

Menanggapi tuntutan itu, Amril Mukminin menyatakan akan mengajukan nota pembelaan. Pledoi itu akan disampaikan tim PH-nya pada persidangan berikutnya.

“Izin yang mulia. Kami meminta waktu 2 minggu untuk menyiapkan pembelaan,” singkat salah satu tim PH Amril Mukminin.

Permohonan itu kemudian dikabulkan majelis hakim. “Baik, sidang kita lanjutkan pada Kamis (15/10) mendatang,” imbuh Hakim Ketua Lilin Herlina seraya mengetuk palunya pertanda sidang ditutup.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait