Terdakwa Peredaran Narkoba di Dumai Divonis 20 Tahun Hingga Mati, Jaksa Agung Irawan : Jangan Coba-coba Dekati Narkoba

  • Whatsapp
Sidang pembacaan vonis terhadap 4 terdakwa tindak pidana narkotika, di PN Dumai.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, DUMAI – Dua orang terdakwa kasus narkotika di Kota Dumai divonis pidana mati. Salah satunya adalah Rapi Rahmat Hidayat, oknum polisi yang pernah bertugas di jajaran Polres Bengkalis.

“Iya. Sudah vonis,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai, Agung Irawan, Rabu (30/9).

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan peredaran narkotika dengan jumlah besar. Adapun barang bukti dalam perkara itu adalah 10.238 gram sabu dan pil ekstasi sebanyak 30.566 butir.

BACA : Terlibat Peredaran Gelap Narkotika, Satu Oknum Mantan Anggota Polri Dituntut Pidana Mati

Ada 2 orang terdakwa yang divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Dumai yang diketuai Alfonsus Nahak. Selain Rapi Rahmat, vonis mati juga diberikan kepada terdakwa Rizal.

“Sementara terdakwa Hendra Saputra, dijatuhi hukuman seumur hidup, dan Riman Ria Putra‎ divonis 20 tahun penjara,” lanjut mantan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkalis itu.

Para terdakwa, kata Agung, dinyatakan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

BACA : Oknum Polisi di Bengkalis Diringkus 10 Kilo Sabu Dikemas Dalam Teh China

Sejumlah vonis itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disampaikan pada persidangan sebelumnya. Yang berbeda hanya untuk terdakwa Riman Ria Putra yang sebelumnya dituntut dengan hukuman seumur hidup.

“Kita pikir-pikir atas vonis tersebut,” tegas Agung Irawan.

Agung berharap, dengan vonis tersebut bisa memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya, dan juga masyarakat Dumai yang ingin coba-coba melakukan hal yang sama. Apalagi, kata, tidak ada dampak positif dari penggunaan barang haram tersebut.

“Karena kita tahu efek dari narkoba ini sangat berbahaya dalam merusak, terutama bagi generasi muda. Kami ingatkan, jangan coba-coba dekati narkoba,” pungkas Agung Irawan.

‎Terpisah, Raja Junaidi selaku Penasehat Hukum dari empat terdakwa juga menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. Pihaknya dimungkinkan akan mengajukan upaya hukum banding, setelah habisnya masa pikir-pikir itu.

“Kita akan menempuh upaya hukum banding, karena putusannya sangat memberatkan terdakwa,” singkat Raja Junaidi.

Kasus ini diungkap oleh BNN bersama Bea Cukai Dumai. Keempat pelaku ditangkap pada Senin (17/2) lalu.

Pengungkapan kasus ini berawal berkat adanya informasi penyelundupan narkoba dari Malaysia menuju Indonesia melalui jalur laut di wilayah Dumai. Petugas pertama sekali menangkap Rizal dan Rapi di depan sebuah swalayan di Kelurahan Bukit Timah Kecamatan Bukit Timah, Kota Dumai.

 

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait