Masih di Bawah Umur dan Dimaafkan Ulama, Pelaku Ujaran Kebencian di Kampar Ini Lolos dari Jeratan Hukum

  • Whatsapp
Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan, Jaksa Wulan Widari Indah, dan sejumlah pihak lainnya usai menyaksikan upaya damai antara pelaku ujaran kebencian dan pelapor.(Amri)

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG – S alias Wong akhirnya menghirup udara bebas. Pelaku ujaran kebencian terhadap umat Islam itu mendapat pengalihan penyelesaian perkara anak di luar pengadilan, setelah dimaafkan para ulama di Kabupaten Kampar.

Upaya diversi itu dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar. Pelaku yang masih di bawah umur itu diduga mengunggah postingan di akun media sosial Facebookmiliknya dengan menuliskan kata-kata yang menyinggung perasaan umat Islam.

Merasa tersinggung, seorang tokoh masyarakat Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Afrizal BR melaporkan hal itu ke Polres Kampar. Mengingat pelaku masih di bawah umur, Polisi mencoba memediasikan ke dua belah pihak, namun upaya itu gagal.

Tak ayal perkara itu selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan. “Perkara yang berhasil kita diversikan pada hari ini adalah perkara anak menyangkut Pasal 45 a ayat (2) tentang Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar Kepala Kejari (Kajari) Kampar Suhendri melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wulan Widari Indah, Senin (28/9).

Dikatakan Wulan, upaya diversi dilakukan setelah ulama di Negeri Serambi Mekahnya Riau itu.

Alhamdulillah, para tokoh agama dan ulama sudah memaafkan, dan tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” lanjut Wulan.

Dalam kesempatan itu, Wulan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai ada mengunggah postingan yang menyinggung suku, agama, ras atau antargolongan (SARA).

Sementara itu, Afrizal BR selaku pelapor mengatakan, pihaknya telah memaafkan sang anak. “Selaku umat Islam, tentu kita memberikan maaf sesuai dengan norma-norma agama yang saya anut untuk memaafkan orang yang serius minta maaf dan berjanji tidak akan mengulang perbuatan serupa di kemudian hari,” kata Afrizal.

Afrizal juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian penegak hukum di Kampar, khususnya kepada pihak kepolisian dan kejaksaan. Menurut dia, dua institusi sangat peduli dengan kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Ong Sianipar menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelesaikan perkara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kejaksaan dengan cara persuasif atau diversi. Akhirnya perkara ini selesai tanpa harus lanjut ke pengadilan,” singkat ayah pelaku itu.

Penulis : Amri
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait