Berpotensi Rugikan Negara Rp2 M Lebih, Ini Dua Penjual Rokok Ilegal di Pekanbaru yang Bakal Disidang

  • Whatsapp
Proses tahap II dugaan perdagangan rokok ilegal dengan tersangka Zulyadin dan Tanghot Bakara di Rutan Kelas I Pekanbaru.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Tujuh orang Jaksa dipersiapkan sebagai Penuntut Umum dalam perkara dugaan perdagangan rokok ilegal dengan tersangka Zulyadin (33) dan Tanghot Bakara (53). Keduanya diduga sebagai pemilik rokok ilegal berbagai merek yang berpotensi merugikan keuangan negara senilai Rp2 miliar lebih.

Kedua tersangka sebelumnya diamankan oleh Tim Penindak Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Wilayah Riau di sebuah tempat di Jalan Kapau Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (24/7) lalu.

Zulyadin diketahui merupakan warga Dusun Sei Geringging Desa Penghidupan, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kampar. Sementara Tanghot Bakara adalah warga Jalan Harapan Raya Nomor 16 Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Dari tangan keduanya, disita 9 karton rokok tanpa pita cukai berbagai merek atau sebanyak 76.780 batang rokok, yang diangkut menggunakan mobil Daihatsu Xenia. Adapun rinciannya, 26.600 batang rokok Luffman abu-abu, 17.800 batang rokok Luffman merah, 5.200 batang rokok Coffe Stik, 16.000 batang rokok Jaya Bold, dan 6.880 batang rokok Luffman Mild. Semuanya tidak dilengkapi Pita Cukai (PC).

Selain itu, petugas juga mengamankan 21 slop rokok Bossini Black yang berisi 4.300 batang dengan dilengkapi PC, namun salah peruntukkannya.

Selain itu, petugas juga menyita buku yang berisi catatan transaksi perdagangan rokok ilegal.

Akibat perbuatan para tersangka, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp2.258.707.539. Keduanya dijerat dengan Pasal 54 atau Pasal 56 Undang-undang (UU) RI Nomor 39 tahun 2017 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah melalui serangkaian proses penyidikan, berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21. Selanjutnya, penanganan perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II.

“Kita terima pelimpahan tahap II dari tim penyidik DJBC Wilayah Riau pada Selasa (22/9) kemarin,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Yunius Zega, Minggu (27/9).

Lanjut dia, ada tujuh orang Jaksa yang akan bertindak sebagai Penuntut Umum dalam perkara itu. Mereka gabungan dari Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejari Pekanbaru.

“Dua orang (Jaksa) dari Kejati, dan 5 orang dari Kejari,” sebut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai itu.

Para JPU ini, sebut Zega, akan mempersiapkan surat dakwaan. Selanjutnya, berkas keduanya akan dilimpahkan ke pengadilan.

“Dalam waktu dekat, berkas perkara akan dilimpahkan ke pengadilan,” pungkas Yunius Zega.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait