Pria Paruh Baya Bunuh Teman Kencannya Saat Ajakan ‘Indehoy’ Ditolak

  • Whatsapp
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menginterogasi tersangka saat ekspos ungkap kasus di Mapolresta Pekanbaru. (Mal)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Polisi berhasil mengungkap kasus temuan mayat perempuan berumur 45 tahun di dalam kamar nomor 102 Hotel Sepupu Satria pada Senin (24/9).

Jasad perempuan itu ditemukan karyawan hotel dalam keadaan tertelungkup yang hanya mengenakan sehelai baju, dan celana dalam warna hitam.

Awalnya pihak karyawan merasa curiga karena kamar yang dihuni korban sudah melewati batas waktu pemakaian. Untuk memastikan, karyawan hotel membuka kamar dan ditemukan korban dalam keadaan tak bernyawa.

Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya setelah mendapat laporan segera turun ke lokasi kejadian, jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk di autopsi.

Dari hasil autopsi, dileher korban terdapat sedikit luka memar diduga akibat tangan. Berdasarkan itu, korban diduga menjadi korban pembunuhan, yang akhirnya polisi melakukan penyelidikan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan bahwa yang bertanggung jawab atas kasus tersebut sudah ditangkap, kini tengah mendekam dalam sel tahanan.

“Pelaku inisial ZA alias Zaipul (45), sudah ditangkap. Dia menjadi tersangka atas kasus dugaan tindak pidana pembunuhan di salah satu hotel,” kata Nandang, Kamis (24/9).

Diceritakan Nandang, motif pelaku hanyalah merasa kesal ketika ajakan berhubungan badan ditolak mentah-mentah oleh korban. Tanpa pikir panjang, tubuh korban yang ketika itu sedang tertelungkup ditindahnya.

“Kedua tangan tersangka ini juga mencekik leher korban, hinga korban mengalami kesulitan untuk bernafas dan akhirnya meninggal dunia,” jelas Nandang saat didampingi Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awaludin dan juga Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar.

Usai menghabisi nyawa teman kencan nya itu, korban langsung melarikan diri ke daerah Pelalawan, dia berpindah saat keberadaan terendus polisi dan akhirnya ditangkap dirumah ponakannya di daerah Lubuk Sakat, Perhentian Raya, Kampar.

“Setelah dilakukan penyelidikan, didapati keberadaan tersangka dan langsung dilakukan penangkapan pada Rabu (23/9) dinihari,” tukasnya.

Usut punya usut, sebelum tersangka dan korban nginap dikamar hotel, ternyata mereka usai mengunjungi Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Pekanbaru. Tak hanya berdua, ada beberapa rekan mereka yang juga ikut bergabung saat itu.

Usai ‘Clubbing’, rombongan berpisah. Tersangka dan pelaku memesan taksi untuk diantar ke hotel tersebut. Sesampainya di hotel, tersangka meminta berhubungan badan dengan korban namun ditolak.

Saat olahraga TKP, polisi menemukan barang bukti berupa pakaian dalam warna hitam milik korban berserta baju dan tas korban. Tak hanya itu, satu buah kondom yang sudah terbuka juga diamankan.

Terhadap tersangka, polisi menjeratnya dengan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara.

Reporter: Akmal

Comments

Pos terkait