Jalani Tahap II, Wakil Bupati Bengkalis Nonaktif Segera Disidang

  • Whatsapp
Wakil Bupati Bengkalis non aktif, Muhammad saat dibawa dari ruang reskrimsus Polda Riau

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir dengan tersangka Muhammad memasuki babak baru. Saat ini, perkara yang menjerat Wakil Bupati Bengkalis nonaktif itu telah berada di tangan Jaksa Penuntut Umum.

Itu diketahui setelah penyidik Kepolisian melimpahkan tersangka dan barang bukti ke JPU, Kamis (24/9). Tahap II dilaksanakan setelah berkas tersangka dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak Kejaksaan.

“Berkas sudah diteliti, dinyatakan lengkap beberapa hari lalu. Dan hari ini hasil koordinasi kita lakukan tahap II,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi, didampingi Kasubdit III Kompol Pangucap Priyo.

Tidak seperti biasa, tahap II kali ini tidak dilakukan di kantor Kejaksaan, melainkan di Kantor Ditreskrimsus Polda Riau.

“Proses tahap II siang ini untuk tersangka M (Muhammad,red). Tim Jaksa datang ke sini (kantor Ditreskrimsus,red),” lanjut dia.

Pelimpahan penanganan perkara itu dimulai pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Saat itu dilakukan pemeriksaan administrasi dan kesehatan terhadap mantan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Setelah selesai, Muhammad yang mengenakan rompi tahanan warna oren keluar dari kantor yang beralamat di Jalan Gajah Mada Pekanbaru itu. Muhammad keluar dengan tangan diborgol, didampingi oleh penasehat hukumnya.

“Proses tahap II selesai, dan tersangka dibawa ke sel tahanan Polda Riau,” pungkas mantan Wadir Resnarkoba Polda Riau itu.

Saat hendak digiring menuju kendaraan yang akan membawa kembali ke sel tahanan, Haluan Riau mencoba mewawancarainya, meminta tanggapan terkait proses hukum yang menjeratnya.

Sayangnya, semua pertanyaan yang dilontarkan, tak satupun dijawabnya. Dia hanya menundukkan wajahnya yang sebagian ditutupi masker. Dengan menenteng sebuah plastik putih, dia kemudian masuk ke dalam mobil.

Terpisah, Muspidauan mengatakan, pihaknya akan segera menyiapkan surat dakwaan sebelum berkas perkara Muhammad dilimpahkan ke pengadilan. Perkara itu nantinya akan ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir, karena tempat kejadian perkaranya di berada di Kabupaten berjuluk Negeri Seribu Parit tersebut.

“JPU akan menyusun surat dakwaan, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” singkat Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau.

Nama Muhammad mencuat dan diduga terlibat korupsi, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.

Dimana ada tiga orang terdakwa yang diadili kala itu. Masing-masing Direktur PT Panatori Raja, Sabar Stevanus P Simalongo, Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas proyek.

Penulis: Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait