Truk Tonase Besar Dibiarkan Lewat, Jalan Hancur, Warga Peranap Akan Gugat Gubernur Riau

  • Whatsapp
Truk pengangkut batu bara yang melebihi tonase terus lalu lalang melewati jalan lintas di Peranap yang merupakan lintas tengah Provinsi Riau.

HALUANRIAU.CO, RENGAT – Warga Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, tampaknya telah sepakat untuk melakukan gugatan class action terhadap Gubernur Riau melalui Kepala Dinas Perhubungan Riau, Bupati Inhu Cq Kadishub Inhu dan sejumlah pejabat terkait lainnya di Indragiri Hulu.

Gugatan tersebut akan diajukan mengingat saat ini infrastruktur jalan di hulu Indragiri Hulu tersebut sudah hancur dan tak layak lagi menjadi jalan utama atau lintas.

Kondisi jalan sangat memprihatinkan, lubang yang cukup dalam, kerusakan hampir di sepanjang jalan. Belum lagi kecelakaan yang sering terjadi akibat dari kerusakan jalan tersebut yang juga telah merenggut nyawa warga.

Dalam sebuah akun facebook Dodi Fernando, SH, MH yang merupakan warga Peranap ditulis:

“Hari ini berkumpul dengan orang yg masih peduli dengan keadaan. Di saat pemegang kekuasaan baik di legislatif dan eksekutif, sudah tidak mau perduli dengan keadaan sekarang, di mana jalan di daerah kami hancur akibat angkutan batu bara, CPO, dan balak yg melebihi tonase. Baik bapak2 anggota DPRD Inhu dapil 3, dan bapak Bupati Inhu, kekuasaan di tangan bapak2 tolong digunakan sebagaimana yg di amanahkan.”

Rapat hari ini Minggu 20 September 2020, kami bersepakat, akan mengajukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Rengat terhadap Gubernur Riau Cq Kadishub Provinsi Riau, Bupati Inhu Cq Kadishub Inhu dan sejumlah pejabat terkait lainnya di Inhu.

Dikatakan pria yang merupakan seorang advokat ini, mengapa gugatan tersebut diajukan kepada para petinggi tersebut karena Gubernur Riau melalui Kadishub diduga telah sengaja membiarkan mobil angkutan melebihi tonase seperti batu bara, terutama PT Samantaka dan PT Pengembangan Investasi Riau, yang beroperasi di Kecamatan Peranap dan Batang Peranap, untuk bisa melalui jalan yang berstatus jalan provinsi tersebut.

“Begitu juga dengan Bupati Inhu dan Kadis Lingkungan Hidup, serta Kadis Perhubungan membiarkan pihak perusahaan melanggar dokumen UKL – UPL atau ANDAL, yang dimana di situ sudah tercantum angkutan seperti apa yang diperbolehkan. Namun sampai saat ini mereka tutup mata dan tidak peduli, seakan tidak ada kepedulian terhadap kondisi jalan tersebut dan masih memberikan izin kepada perusahaan batu bara dan lainnya untuk melalui Jalan Napal dan lainnya, sehingga kondisi jalan yang tak pernah ada sentuhan itu semakin hancur. Akibat jalan berlobang tersebut dalam bulan Juli ini sudah beberapa kali terjadi lakalantas karena jalan berlubang tersebut, dan sudan ada yang meninggal dunia,” tegas Dodi.

Sementara itu pejabat terkait lainnya juga ikut digugat, karena tidak ada tindakan tegas yang seakan adanya pembiaran terhadap melintasnya kendaraan melebihi tonase tersebut.

 

Penulis: EBP

Comments

Pos terkait