Bertambah 225 Kasus, Sekda Sudah Surati Perusahaan Ketatkan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Sekda Provinsi Riau, Yan Prana Jaya

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Penambahan kasus pasien terkonfirmasi hari, Jumat (18/9) di Provinsi Riau, kembali bertambah sebanyak 225 orang, total pasien yang positif 4.687 orang. Pasien yang sembuh dan pulang juga bertambah sebanyak 195 orang, total yang sembuh 2.012 orang. Dan pasien yang meninggal akibat covid-19 juga bertambah sebanyak 3 orang, total yang meninggal 95 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, penyebaran kasus positif di Riau, masih banyak terjadi di perkantoran dan perusahaan. Termasuk penyebaran dari klaster keluarga, dan hasil tracing pasien positif sebelumnya.

“Peningkatan kasus positif covid-19 masih terua terjadi. Masih dari kontak erat pasien sebelumnya, termasuk klaster keluarga, perkantoran dan perusahaan. Kami masih terus menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar Mimi.

“Dan orang yang datang dari luar, lebih baik mengkarantina mandiri dan tidak keluar. Karena kita tidak tau apakah yang datang dari luar bergejala atau tidak, jadi perlu jujur masyarakat dalam perjalanan dari mana, agar bisa dilakukan pemeriksaan sebelum terpapar dan menularkan kepada yang kontak erat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya, menyampaikan pihaknya sudah menyurati perusahaan, dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena masih banyak terjadi penularan dari klaster perusahaan dan perkantoran. Sehingga menyebabkan penularan ke keluarga dan tetangga atau orang terdekat.

“Kita sudah buat surat supaya perusahaan itu melakukan protokol kesehatan, sepanjang protokol kesehatan itu dijalani, insya Allah aman. Apalagi karyawan yang keluar masuk dan itu dijaga ketat, nah kami dari pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, juga mematuhi protokol kesehatan,” kata Sekda.

Selain terhadap perusahaan dan instansi, Pemprov Riau juga akan mengetatkan pengawasan dinperbatasan Riau yang selama ini masih longgar. Orang yang masuk dan keluar akak diperiksa, untuk memastikan kondisi OTG, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran dari luar.

“Terus kami juga sekarang untuk perbatasan yang selama ini longgar tidak bisa lagi, kita ketatkan lagi. Dan kita sudah sampaikan ke Gubernur, yang namanya perbatasan mesti di perketat lagi orang yang masuk. Kita tidak tau siapa yang masuk apakah terpapar, kita tidak tau, apakah OTG, kalau sudah muncul satu pastinya akan terpapr orang yang kontak, paling tidak tiga empat hari siapa yang kontak erat,” tegas Sekda.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait