Beras Bantuan Berkutu, Kepala Bulog Kampar-Rohul : Karena Stok Sampai Ribuan Ton, Mungkin Ada Beberapa Karung yang Tersalurkan Kurang Bagus

  • Whatsapp
Beras Bantuan Sosial Pangan (BSP) ditemukan berkuti.

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Sejumlah warga penerima Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau dulunya disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Bukit Sakai dan Desa Bina Baru Kecamatan Kampar Kiri Tengah mengeluhkan kualitas beras kurang bagus dan berkutu.

Penelusuran wartawan Haluan Riau beras yang diterima warga Kecamatan Kampar Kiri Tengah bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu adalah beras premium yang disalurkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Dua pemilik e-warung di Kecamatan itu mengatakan bahwa beras Bantuan Sosial Pangan (BSP) itu disalurkan pihak bulog pada Jumat (12/9/2020) lalu. Mereka mengatakan bahwa bantuan beras yang diterima dari bulan Agustus dan September kualitasnya kurang bagus, hitam dan berkutu.

“Beras bantuan yang 2 bulan ini kurang bagus hitam dan berkutu, itu beras dari bulog,” ujar pemilik e-warung saat di konfirmasi Kamis (18/9).

“Warga ada yang mengeluh, tapi karna bisa ditampi dan juga karna gak ada beras lagi mereka tetep menerima dan memasaknya,” sambungnya.

Mereka berharap beras bantuan yang disalurkan itu kualitasnya lebih bagus lagi karna kata mereka, mereka menjadi sasaran kemarahan warga.

“Selama ini kami jadi sasaran terus pak, seolah – olah keluarga penerima manfaat (KPM) itu mengira kami e-warung yang bermain,” ucapnya.

Salah seorang warga Desa Bukit Sakai Siti Hasanah mengatakan bahwa beras yang ia terima kemaren berkutu.

“Semalam beras itu pas dibuka ada kutunya tapi tak apala bisa ditampi lagian gak ada lagi beras yang mau dimasak. Kutunya nampak loh pak dari karungnya, terkadang malas ngomong dapetnya seperti itu juga,” kata Hasnah.

“Sebetulnya gak enak tapi mau gimana lagi ya, orang dikasih, Kita sudah sering komplain sama orang e-warung kok berasnya jelek, Selama ini ada yang bau, 3 bulan ini lumayan tapi sekarang berasnya berkutu,” terang Hasnah.

“Nanti kita protes terus malah dibilang ibu – ibu ini protes terus. Nanti kita protes dibilang protes terus beras dikasipun, nanti kita dibilang tidak berterima kasih,” ucap Hasnah.

Hal serupa juga dikatakan Tranmiati dan Darwati warga Desa Bina Baru, beras bantuan yang mereka terima Dua bulan ini berasnya kurang bagus bulan kemaren hitam dan yang sekarang banyak berkutu.

“Kalau yang bulan Agustu itu warnanya hitam kalau dimasak masih ada rasalah. Kalau Sekarang banyak kutunya dimasak udah gak ada rasanya,” katanya.

Mereka berharap beras bantuan itu kulaitasnya lebih bagus, karna menurut mereka dengan harga 120.000 itu berasnya di pasaran kualitasnya sudah bagus.

“Dari harga segitu bagi kami, ya, kurang layak la, kalau masalah harga 120 itu tidak kami permasalahkan namanyakan bantuan, ya tetap kami terima,” ucapnya.

“Beras yang kami terima selama ini jarang yang bagus mau dikembalikan terkadang beras dirumah tidak ada. Namanya kami perlu bantuan, nanti kami bilang begini – begini kami dibilang tidak bersukur,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bulog Kampar – Rohul Riki saat dikonfirmasi tidak menampik terkait hal itu menurutnya pihaknya komitmen dalam penyaluran beras bantuan tersebut.

“Komitmen kita, jika ada beras yang kualitas tidak bagus pasti kita ganti pak. Karena dengan banyaknya stok kita, sampai ribuan ton. Mungkin ada beberapa karung yg mungkin kurang bagus yang tersalurkan,” ujar Riki saat dikonfirmasi melalui whtsapp.

“Kita selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik,” sambung dia.

Riki mengatakan, salah satu misi Perum BULOG adalah menjamin ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga pangan.

“Kita akan selalu berusaha menyalurkan beras sesuai komitmen, jika ada yang rusak bisa kita ganti. Kita akan selalu berusaha agar Program Pemerintah ini berjalan lancar,” katanya.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait