AMP Soroti Pengangkatan Mantan Napi Jadi Pejabat Eselon 3 Pemprov Riau

  • Whatsapp
Massa AMP melakukan unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pengangkatan seorang oknum aparatur sipil negara berinisial ISL sebagai pejabat eselon 3 di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau mendapat sorotan. Dilantiknya mantan narapidana itu dinilai sarat muatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Hal itu disampaikan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Riau (AMP) kalau melakukan aksi demonstrasi. Aksi itu digelar di depan kantor Gubernur Riau, Jumat (18/9).

BACA : Pekan Kemarin, Mantan Narapidana Turut Dilantik Gubri

Sesuai lembaran pernyataan sikap yang diterima haluanriau.co, aksi mereka ini terkait pengangkatan ISL yang berstatus narapidana, beberapa waktu lalu. Oknum itu saat ini bertugas di Dinas Perindustrian dan Perdangangan Koperasi & Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop & UKM) Provinsi Riau.

“Pengangkatan ISL ini bertentangan dengan Undang-undang Nomor 4 tahun 2014 tentang ASN,” kata pendemo dalam aksi yang dihadiri massa yang berpakaian hitam itu.

Pendemo mendesak Gubernur Riau, Syamsuar bertanggung jawab atas hal itu. Mereka itu juga meminta agar Gubri mengkonfimasi langsung kepada masyarakat Riau.

”Kami menilai bahwa masih banyak putra daerah Riau yang lebih kompeten dan bebas dari tindak pidana,” lanjut massa.

Massa aksi menilai Pemprov Riau lepas tangan dan tidak bertangung jawab kebijakan itu. Sorotan itu juga ditujukan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Tidak hanya itu, mereka juga meminta ketegasan Gubernur selaku pejabat pembina kepegawaian untuk memberhentikan ISL.

”Kami menilai praktik pengangkatan tersebut terindikasi adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN),” tegas mereka.

Pantauan di lapangan, aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kendati beberapa kali terdengar suara letusan yang diduga dari flare yang dibawa pendemo, namun aksi ini berjalan dengan aman dan lancar.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait