Polisi Kembali Ungkap Sindikat Pencurian Modus Ganjal ATM di Pekanbaru

  • Whatsapp
Ketiga pelaku pencurian modus ganjal ATM diamankan di Mapolsek Tampan. (ist)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Kepolisian Sektor (Polsek) Tampan kembali berhasil mengungkap tindak kejahatan pencurian dengan modus ganjal kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Yang sebelumnya berhasil meringkus dua orang pelaku dengan belasan TKP yang berhasil melancarkan aksinya. Penangkapan kali ini pun begitu juga, pelaku terbilang spesialis dilihat dari TKP yang mereka lakukan.

Tiga orang pria paruh baya ditangkap dan diduga sebagai dalang dari aksi kejahatan itu. Yakni AD alias Adri (38), RA alias Dani (43) dan R alias Erik (44).

Ketiga pelaku ditangkap di tempat terpisah pada Selasa (15/9). Berdasarkan laporan dari korban, polisi berhasil meringkus pelaku AD alias Adri dan bersamanya ditemukan satu buah kartu ATM Mandiri milik korban yang melapor dan juga beberapa lembar kartu ATM lainnya.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita mengatakan bahwa pelaku kedua berhasil ditangkap usai pengembangan dari pelaku pertama.

“Setengah jam usai penangkapan terhadap pelaku AD, kembali berhasil menangkap pelaku RA alias Dani, satu unit kenderaan roda empat diamankan juga karena kenderaan itu digunakan para pelaku saat beraksi,” kata Ambarita, Rabu (16/9).

Selanjutnya, dilakukan lagi pengembangan dan didapati pelaku ketiga yakni R alias Erik. Dari tangan R alias Erik didapati alat yang biasa mereka gunakan untuk mengganjal kartu ATM yakni berupa patahan barang lidi.

Cara mereka menjalankan aksinya terbilang epik, sebab kartu ATM korban seketika ditukar dengan kartu ATM palsu yang telah disediakan nya.

Korban terkahir mereka ialah seorang pria berumur 56 tahun yang ketika melakukan transaksi di gerai ATM SPBU Jalan SM Amin Kelurahan Simpang Baru. Disana, jebakan sudah diletakkan para pelaku.

Saat korban hendak memasukkan kartu ATM namun tidak bisa, bagaiamana tidak karena sudah terganjal dengan patahan lidi. Sudah beberapa kali mencoba, tetap saja tidak mau.

“Kemudian datang pelaku yang saat itu berpura-pura membantu korban, meminta langsung kartu ATM nya dan berusaha memasukkan kedalam mesin ATM,” ulas Ambarita.

Disaat inilah pelaku itu dengan cepat mengganti kartu ATM asli milik korban dengan kartu ATM palsu yang sudah disediakan nya. “Dan pelaku mengembalikan kartu ATM palsu kepada korban,” bebernya.

Setelah diberikan kepada korban, pelaku menuntun korban untuk menempelkan kartu palsu itu ke tulisan E-Money di ATM tersebut dan dituntun untuk melakukan transaksi.

“Terus mengarahkan korban untuk mengikuti petunjuk pelaku, sampai keluar dan tertera dimesin ATM meminta nomor pin, selanjutnya korban mengetikkan nomor pin nya dan pelakupun langsung mengingatnya,” sambung Ambarita.

Berhasil mengetahui kode PIN ATM korban, pelaku meminta korban untuk mencari gerai ATM yang lain dan meyakinkan bahwa ATM dilokasi terus memang benar rusak. Begitupun dengan dia, pergi meninggalkan lokasi dan mencari gerai ATM lain.

“Pelaku langsung mengambil uang di mesin ATM BCA yang tidak jauh dari TKP. Dan saat itu korban menerima SMS banking bahwa bahwa ada transaksi penarikan tunai melalui rekening nya,” tukasnya.

Usai diinterogasi, ketiga pelaku mengakui telah melakukan aksi yang serupa dengan total keseluruhan TKP sebanyak 25 TKP. Selama itu, komplotan ini berhasil menggasak total lebih kurang seratus juta rupiah.

 

 

Reporter: Akmal

Comments

Pos terkait