Pengedar 6 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi di Pekanbaru Jalani Tahap II

  • Whatsapp
Suderajad, seorang pengedar narkoba jalani tahap II di Kejari Pekanbaru.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Suderajad terancam hukuman mati. Warga Jalan Jati Nomor 04 Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan, Pekanbaru itu menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba dan psikotropika dalam jumlah yang besar.

Perkara itu sebelumnya ditangani Tim II Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Penyidikan perkara itu telah rampung, dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sudah P-21 (berkas perkara dinyatakan lengkap,red). Hari ini (kemarin,red) tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke JPU,red),” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Robi Harianto, Senin (14/9).

Suderajad diamankan pada hari Kamis (18/6) sekitar pukul 17.45 WIB di depan Bank BTN KCP Panam Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Simpang Baru. Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Saat itu, dia diketahui tengah menunggu seseorang yang disebutnya bernama Arwana.

Belum sempat bertemu, pria 43 tahun itu keburu ditangkap petugas. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti berupa 6 kilogram lebih sabu-sabu, 3 ribu butir pil ekstasi, dan 300 butir pil happy five.

“Sebelum tahap II, tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test. Hasilnya, kondisi kesehatannya baik dan nonreaktif terindikasi Covid-19,” sebut Robi.

“Tersangka kita titipkan di sel tahanan Mapolresta Pekanbaru,” sambung mantan Kasi Intelijen Kejari Batam, Kepulauan Riau.

Di tempat yang sama, Juwita Patty Pasaribu mengatakan, ada tujuh orang Jaksa yang bertindak sebagai Penuntut Umum. Para JPU itu gabungan Jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejari Pekanbaru.

“Dari Kejagung ada 4 orang, dan Kejari 3 orang Jaksa,” ujar Jaksa dari Kejagung itu.

Lanjut dia, Suderajad dijerat dengan pasal berlapis, sebagaimana tertuang dalam undang-undang narkotika dan psikotropika. Dimana ancaman pidananya adalah hukuman mati.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika,” pungkas Juwita yang didampingi Jaksa Kejagung lainnya, Abdul Rozak.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait