Tim Gabungan Kejagung dan Kejati Kembali Periksa 20 Kepala Sekolah

  • Whatsapp
Taufik Tanjung

HALUANRIAU.CO, RENGAT – Guna kelengkapan berkas perkara dari kassus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh mantan Kajari Indragiri Hulu Hayyin Suhikto bersama dua bawahannya, tim gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan kepada 20 Kepala Sekolah.

Permintaan keterangan tersebut dilakukan di Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu dan telah dilakukan sejak Selasa 25 Agustus 2020 dan diperkirakan akan selesai Jumat 28 Agustus 2020.”Benar ada proses klarifikasi dari Kejagung dan Kejati terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan dengan meminta sejumlah uang kepada penyelenggara negara (guru) terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana bos di Inhu tahun anggaran 2016 dan 2018.

Setiap hari ada lima Kepala Sekolah atau Bendahara sekolah yang dimintai keterangan dan hampir setiap hari pemeriksaan dilakukan mullai pukul 10.00 WIB hingga sore.

Menurut Hendrik pengambilan keterangan ini tentuya harus dilakukan dan kenapa hanya 20 Kepsek saja, karena memang melihat kebutuhan dari pemenuhan berkasnya.”Jika memang keterangan dari 20 Kepsek ini sudah mewakili yang lainnya, tentunya akan tergantung pada tim penyidik nantinya, apakah akan ditambah atau tidak keterangan tersebut, tegas Hendrik.

Namun Hendrik menyebutkan bahwa sebelumnya tim kejati juga sudah melakukan klarifikasi kepada 64 Kepela Sekolah tersebut.Kali ini kemungkinan hanya menambah keterangan yang rasanya masih diiperlukan saja.

Saat ditanyakan apakah dugaan adanya penyelewengan dana BOS yang menjadi permasalahan awal dari kasus ini karena menggingat dugaan pemberian sejumlah uang oleh Kepala Sekolah tersebut karena adanya kasus pada dana BOS, Hendrik menyatakan belum bisa memberikan penjelasan.

Pantauan haluanriau.co di Kejari Inhu, tidak hanya hadir lima Kepsek yang dipaggil tersebut, namun puluhan guru dan pengurus PGRI Inhu juga ikut mendampingi termasuk pengacara dari LKBH PGRI, Taufik Tanjung SH.

“Ini hanya bentuk solidaritas dari para guru di Inhu untuk mendampingi rekan mereka yang sedang dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan, ucap Taufik.

Dikatakan Taufik sejauh ini, pemeriksaan terus dilakukan oleh pihak Kejaksaan terhadap kasus ini dan para Kepala Sekolah (Kepsek) siap untuk bekerjasama memberikan keterangan yang memang dibutuhkan oleh penyidik.

 

 

Penulis: EBP

Comments

Pos terkait