Dituding Berkata Kasar, Pedagang di Duri Laporkan Pembajakan Akun WA ke Polisi

  • Whatsapp
Sejumlah barang bukti yang diajukan ke Polda Riau.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Tabrani mendatangi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Rabu (12/8). Pedagang pasar ikan di Duri Kecamatan Mandau, Bengkalis itu melaporkan dugaan pencatutan nama dan fotonya di media sosial WhatsApp.

Saat dijumpai, pria 34 tahun itu menuturkan, nama dan foto profilnya telah diambil oleh pelaku yang tak diketahui namanya, dan dipasang dalam sebuah akun WA. Pelaku kemudian melakukan percakapan dengan orang lain, dengan berkata kasar dan menghina salah satu suku yang ada di Indonesia.

Tangkapan layar percakapan itu kemudian menyebar luas ke media sosial Facebook. Adalah akun FB Kartasiah mengunggah screenshot percakapan tersebut di salah satu group jual beli online di Kota Duri.

“Kamis (6/8) malam, viral di akun jual beli di Kota Duri. Foto profil saya dan keluarga dibuat seolah-olah kami telah melakukan chat yang berbau menghina dan memaki seseorang. Sementara kami sama sekali tidak pernah melakukan komunikasi dengan akun tersebut,” ujar Tabrani.

Menurut dia, pelaku sengaja memancing dan memprovokasi orang lain hingga merusak nama baiknya. Pasalnya, unggahan itu sudah dibagikan lebih dari 100 kali, namun minim komentar.

“Kami merasa terganggu karena postingan ini sudah viral dan menimbulkan reaksi di masyarakat, seolah-olah kami yang melakukan penghinaan tersebut. Padahal kami tidak melakukannya sama sekali,” sebut dia.

Tabrani mencoba melakukan klarifikasi di akun FB miliknya. Di sana dia menyampaikan jika persoalan yang viral itu bukan dilakukan olehnya, melainkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Menurut dia, kejadian seperti ini sudah kali ketiga menimpanya. Kejadian sebelumnya, kata dia, juga mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan, yang berpotensi membuat gaduh di tengah-tengah masyarakat.

Agar hal itu tidak terjadi lagi, Tabrani memilih mengadukan kejadian tersebut ke Polda Riau. Menurut dia, kejadian tersebut telah merugikan nama baiknya dan keluarga, serta menimbulkan ketidaknyamanan.

“Harapan kami, Polisi bisa mengungkap kasus ini. Siapapun pelakunya harus dihukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Direktur Reskrimsus Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto, mengatakan akan mempelajari laporan pengaduan tersebut.

“Akan kita pelajari dulu,” singkat mantan Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing) itu.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait