Tertinggi Stunting, JEMARI Sakato Dorong GESIT RANCAK Kecamatan Malalak

  • Whatsapp
Deklarasi Gerakan Penanggulangan Stunting Terpadu–Rakyat dan Nagari Cerdas se-Kecamatan Malalak (GESIT RANCAK)

HALUANRIAU.CO, AGAM- Deklarasi Gerakan Penanggulangan Stunting Terpadu–Rakyat dan Nagari Cerdas se-Kecamatan Malalak (GESIT RANCAK), Kabupaten Agam, dilaksanakan di Aula Kecamatan Malalak, Kamis (7/8/2020).

Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan saat menghadiri Deklarasi itu menyatakan, Stunting bisa ditekan melalui gerakan bersama, tapi jangan pernah sekali-kali beranggapan ini harus disebut dengan Program. Jika orientasinya adalah Program, maka selanjutnya kita akan terjebak dengan hitung-hitungan biaya.

Bacaan Lainnya

“Persoalan stunting tidak hanya berbicara tentang ukuran tinggi saja, tetapi sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia yang akan dihasilkan kelak. Untuk itu, mengatasi kondisi stunting harus dilandasi dengan komitmen bersama,” ingatnya.

Gesit Rancak ditandai dengan panandatanganan deklarasi yang dimulai oleh Wakil Bupati Trinda Farhan, Camat Malalak dan seluruh peserta pada media yang sudah disiapkan. Sekaligus juga dilakukan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) antara Pemerintah Kecamatan dengan para pihak. MoU ini menjelaskan tentang Gesit Rancak serta peran dan tanggungjawab para pihak dalam menggulirkan gerakan ini.

Menurut Direktur Eksekutif JEMARI Sakato, Robi Syafwar, MoU ini penting untuk memastikan semua pihak terikat dalam sebuahkomitmen yang ditandatangani untuk penyelesaian stunting.

Robi menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggungjawab satu pihak, tidak hanya satu penyebab, juga tidak hanya satu hari bisa diselesaikan. Maka perlu ada gerakan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Camat Kecamatan Malalak, Riki Eka Putra dalam laporannya menyatakan, Kecamatan Malalak menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Agam. Dari 4 Nagari yang berada di wilayah Kecamatan Malalak,

semuanya masuk dalam prioritas penanganan yang akan dilaksanakan oleh Kabupaten Agam. Pada tahun 2020, Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Agam sebagai salah satu daerah prevalensi stunting tinggi yang menjadi program nasional
untuk penanganan stunting 2021. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Agam mengacu pada hasil
menimbangan bulan Pebruari 2020, rata-rata stunting Kecamatan Malalak adalah 25,11 persen.

Riki memberikan perumpamaan, jika hari ini 4 orang bayi lahir di Malalak, maka dapat dipastikan 1 orang bayi adalah stunting. Kondisi ini tentunya membutuhkan dukungan semua pihak agar permasalahan ini bisa segera ditangani.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kecamatan Malalak, Wali Nagari Malalak Utara, Malalak Selatan, Malalak Timur dan Malalak Barat, Puskesma, KUA Malalak, KAN kecamatan, Upt pendidikan, UPT Pertanian, UPT Keluarga Berencana, Tenaga
Pendamping Kecamatan dan Kabupaten Agam serta Tim JEMARI Sakato Sumatera Barat.

Sumber: Rilis

Comments

Pos terkait