Yunius Zega Jabat Kasi Pidsus, Kajari Pekanbaru: Penanganan Korupsi Harus Berkualitas

  • Whatsapp
Kajari Pekanbaru Andi Suharlis melantik Yunius Zega sebagai Kasi Pidsus yang baru.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Penanganan tindak pidana korupsi oleh institusi Kejaksaan tidak hanya berbicara mengenai jumlah perkara, melainkan juga terkait kualitasnya. Hal ini sesuai dengan arahan pimpinan di Kejaksaan Agung RI.

Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru, Andi Suharlis, Rabu (5/8). Hal itu dikatakannya usai memimpin acara Pelantikan, Serah Terima Jabatan, Pisah Sambut dan Pengantar Tugas Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) di Aula Kejari Pekanbaru.

Saat itu, hadir seluruh Kasi, Kepala Sub Seksi (Kasubsi), dan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Pembinaan M Hakim. Jaksa dan pegawai di jajaran Seksi Pidsus juga terlihat dalam acara yang menerapkan aturan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang ketat itu.

Kegiatan itu dilakukan guna menindaklanjuti Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-IV-429/C.4/06/2020 tentang Pemindahan, Pemberhentian, dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. SK itu ditandatangi Katarina Endang Sarwestri selaku Kepala Biro Kepegawaian, atas nama Jaksa Agung RI, Jaksa Agung Muda Pembinaan, di Jakarta pada tanggal 25 Juni 2020.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru dijabat Yuriza Antoni yang selanjutnya akan bertugas di Kejari Lubuk Linggau, Sumatra Selatan (Sumsel) dengan jabatan yang sama. Adapun Kasi Pidsus yang baru adalah Yunius Zega yang sebelumnya menjabat Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai.

“Hari ini (kemarin,red) ada agenda serah terima jabatan dan pelantikan Kasi Pidsus yang baru. Ini merupakan siklus organisasi Kejaksaan yang lumrah dalam organisasi kami,” ujar Andi Suharlis kepada Haluan Riau.

Kajari berharap pergantian jabatan itu tetap bisa mengendepankan singergi antar jajaran serta membangun tim kerja. Selain itu, dia juga meminta agar pejabat yang baru dapat melaksanakan dan meneruskan agenda yang berjalan.

“Dan tetapkan target-target baru. Itu udah standar dalam pesan kepada pejabat dalam penugasan barunya,” sebut mantan Asisten Pidsus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung itu.

Dikatakannya, pidsus adalah salah satu bagian yang ada di Kejaksaan, yang berorientasi dalam penanganan tindak pidana korupsi (tipikor). Pidsus juga kerap menangani perkara lainnya, seperti bea cukai, dalam kapasitasnya sebagai penuntut umum.

“Target baru sesuai kinerja adalah menciptakan produk-produk terkait perkara tindak pidana korupsi,” kata Andi Suharlis yang pernah bertugas sebagai Jaksa Fungsional di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Penanganan tipikor, kata dia, tidak hanya berbicara mengenai jumlah perkara yang ditangani. Melainkan juga terkait kualitas perkara itu sendiri.

“Secara jumlah dan secara mutu harus bisa menyesuaikan dengan target sebagaimana Kejaksaan Negeri Pekanbaru sebagai institusi Kejaksaan Kelas I,” tutur dia.

“Sesuai dengan program pimpinan kan tidak dibatasi (jumlah perkara yang ditangani). Tapi paling tidak, penanganan perkara korupsi itu harus menjadi barometer kinerja organisasi Kejaksaan. Jadi harus ada 2, 3. Tapi pesan Jaksa Agung, bahwa penanganan perkara itu bukan hanya kuantitas, tapi juga berkualitas,” sambungnya.

Menurut Kajari, itu telah dilakukan Yuriza Antoni saat bertugas selama 1 tahun 8 bulan di Kejari Pekanbaru. Atas hal tersebut, Kajari mengucapkan terima kasih.

“Yuriza Antoni orangnya berdedikasi tinggi, loyalitas. Kinerjanya bagus. Saya mengucapkan terima kasih atas kinerjanya selama bergabung dalam penugasan di Kejari Pekanbaru,” pungkas Kajari Pekanbaru, Andi Suharlis.

Di tempat yang sama, Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru yang baru, Yunius Zega mengatakan kesiapannya melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan kepadanya.

“Karena saya baru ditempatkan di sini, seluruh apa yang diperintahkan dan telah dilaksanakan oleh pendahulu saya, saya akan lanjutkan. Dan apa yang menjadi perintah m juga akan kami laksanakan sesuai amanat Pak Jaksa Agung,” ujar pria yang akrab disapa Zega itu.

Lanjut dia, penanganan perkara korupsi yang berkualitas akan menjadi targetnya. Tentu saja, kata dia, target itu merupakan target bersama, khususnya di Kejari Pekanbaru.

“Saya kira itu (penanganan perkara korupsi,red) akan menjadi target bersama. Kalau saya punya target, itu bukan terget. Intinya target adalah tujuan seluruh tim. Jadi apa yang menjadi bagian dari pada tim, maka itu lah yang bisa kami kerjakan,” pungkas Yunius Zega.

Pada hari yang sama juga disampaikan adanya pegawai Kejari Pekanbaru yang mendapat promosi jabatan. Mereka adalah Didik Haryadi yang sebelumnya menjabat Kasubsi Barang Rampasan pada Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R), menjadi Kasi PB3R Kejari Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Lalu, Agustina Notarisma yang sebelumnya adalah Jaksa Fungsional Kejari Pekanbaru, promosi menjadi Kasubbag Pembinaan Kejari Rokan Hilir (Rohil).

 

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait