Direktur PT AJM Kembali Diperiksa sebagai Tersangka dalam Perkara Korupsi di Disdik Riau

  • Whatsapp
PT Airmesin Jaya Mesin.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pasca menyandang status tersangka, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap RD. Kekinian, Direktur PT AJM Cabang Riau diperiksa pada Senin (3/8).

RD merupakan salah satu pesakitan dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi dan Multimedia untuk jenjang SMA di Dinas Pendidikan (Disdik) Riau. Selain dia, mantan Kepala Bidang (Kabid) SMA Disdik Riau, HT yang juga merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan itu, juga menyandang status yang sama.

Kedua tersangka telah dilakukan penahanan sejak Senin (19/7) lalu. Keduanya dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, keduanya telah menjalani pemeriksaan. Dari informasi yang dihimpun, kedua pernah diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka pada pekan kemarin.

Selanjutnya, pada Senin ini keduanya kembali diperiksa. Saat dikonfirmasi, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi tidak menampik hal tersebut.

“Iya, hari ini kedua tersangka (RD dan HT, red) kembali diperiksa penyidik. Ini pemeriksaan lanjutan,” ujar Hilman Azazi, Senin siang.

Tak hanya keduanya, penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya. Pemeriksan itu dilakukan secara secara maraton untuk melengkapi berkas perkara para tersangka sebelum dilimpahkan ke Jaksa Peneliti atau tahap I.

“Pemeriksaan ini melengkapi berkas perkara, semua saksi-saksi diperiksa untuk dia (tersangka, red). Pemeriksaannya dilakukan secara maraton,” terang mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) itu.

Dia meyakini, proses penyidikan perkara itu segera rampung. “Proses penyidikan tidak lama (lagi rampung). Kami sudah memanggil saksi dan dicocokan keterangannya untuk tersangka yang sudah tetapkan,” sambungnya.

Sementara terkait perhitungan kerugian negara (PKN) dilakukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Riau, menurut Hilman hal itu juga bakal selesai.

“Jadi, dengan BPK sama ahli kita sudah sinkron. Tinggal kita melengkapi data. Nilainya sudah sepakat menunggu proses administrasi interen dengan penyidik,” tandasnya.

Dalam penyidikan perkara ini, Korps Adhyaksa pernah menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Riau di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru. Hasilnya, sebanyak 26 item barang bukti berupa dokumen dan lain-lain, disita dan diamankan ke Kejati Riau.

Sebelumnya, Kepala Kejati (Kajati) Riau, Mia Amiati menyampaikan identitas dan peran para tersangka. HT dalam kegiatan itu merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara RD adalah Direktur PT AJM Cabang Riau.

Kajati kemudian memaparkan peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut. Menurut dia, HT selalu PPK tidak melakukan survei harga pasar dalam kegiatan pengadaan tersebut, mesti pelaksanaanya menggunakan e-Calatog. HT yang saat itu menjabat Kepala Bidang (Kabid) SMA, disinyalir menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan pesanan broker, melakukan pengadaan dengan bersekongkol dengan pihak ketiga, serta menerima gratifikasi dan fasilitas dari pihak ketiga.

“Untuk tersangka RD, perbuatannya bersekongkol menentukan spesifikasi barang dengan tersangka HT,” beber mantan Wakajati Riau itu saat mengumumkan penetapan tersangka perkara itu.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dalam proses penyidikan perkara ini, penyidik telah periksa sejumlah orang saksi. Seperti, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Rudyanto. Saat kegiatan itu dilaksanakan, Rudyanto menjabat Kepala Disdik Riau.

Lalu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau Indra Agus yang pernah menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Riau. Berikutnya, mantan Kepala Biro (Karo) Pembangunan dan Ekonomi Setdaprov Riau, dan Agussalim, Kepala Bagian (Kabag) ULP pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa pada Setdaprov Riau.

Untuk diketahui, kegiatan itu dikerjakan pada tahun 2018 lalu oleh Disdik Riau. Adapun dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau senilai Rp23,5 miliar.

Selain kegiatan tersebut, Korps Adhyaksa juga tengah mengusut dua kegiatan lainnya di Disdik Riau. Adapun kegiatan dimaksud adalah pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA), dan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait